Anggota parlemen Australia Helen Haines terpaksa menjalani amputasi pada kedua kakinya usai ditabrak mobil. Keterangan itu disampaikan suami Haines, Phil Haines, pada Rabu (21/10).
Aksi penabrakan tersebut terjadi pada Senin (19/10) di depan kantor pemenangan pemilu Haines di Wangaratta, sebelah utara Melbourne. Pelaku penabrakan telah ditangkap aparat keamanan dan diadili pada Rabu.
Saat memberikan keterangan, Phil mengungkapkan bahwa pelaku sengaja menabrak istrinya sebanyak dua kali. Upaya petugas medis untuk menyelamatkan kedua kaki Haines sempat dilakukan, tetapi gagal.
"Berita baik dari semua ini, Helen masih hidup dan kondisinya stabil. Itu yang paling penting bagi keluarga kami sekarang," kata Phil seperti dikutip dari Reuters.
Pelaku penabrakan Haines adalah Brendan Nugent (43), warga kota kecil Tarrawingee. Kota tempat Nugent tinggal itu berada di daerah pemilihan Haines. Usai ditangkap, Nugent didakwa dengan tiga pasal, yakni mengemudi secara berbahaya hingga menyebabkan cedera serius, dengan sengaja menyebabkan cedera serius, dan melukai pejabat publik.
Dokumen pengadilan menunjukkan Nugent juga dijerat dengan pasal tambahan terkait kepemilikan dan upaya budidaya ganja.
Nugent dapat ditangkap karena warga setempat langsung menahannya sesaat setelah kejadian.
Haines sendiri merupakan anggota parlemen independen. Sebagai politikus, Haines kerap menyuarakan isu perubahan iklim serta penyediaan rumah bagi warga lokal.
Motif penyerangan terhadap Haines hingga kini masih diselidiki kepolisian setempat.
Sementara itu, pengacara Nugent menyebut kliennya mengalami salah satu jenis gangguan mental. Nugent juga disebut baru pertama kali ditahan.






Komentar (0)