Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan terus meluas, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dalam tiga hari terakhir, Satgas Karhutla dan BPBD Musi Banyuasin mencatatkan lebih dari 20 laporan titik api yang harus ditindaklanjuti di lapangan.
Pada hari ini saja, petugas menerima sedikitnya tiga laporan kebakaran lahan baru. Salah satu insiden kebakaran melalap lahan di dekat Perumahan Bumi Sejahtera, Kecamatan Sekayu, sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api di lokasi tersebut menghanguskan lebih dari 10 hektar lahan yang lokasinya berdekatan langsung dengan pemukiman warga. Tim gabungan dari BPBD, TNI, hingga Polri langsung diterjunkan bersama armada mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel untuk memadamkan api.
Proses pemadaman karhutla di wilayah Musi Banyuasin menghadapi kendala geografis dan cuaca ekstrem. Luasnya wilayah Muba serta tersebarnya titik api di area yang tertutup vegetasi pepohonan lebat menyulitkan petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran. Kondisi ini diperparah oleh cuaca terik dan kekeringan yang memicu krisis pasokan air bagi satgas pemadam.
Baca Juga :
Kabut Asap Pekat Lumpuhkan Lalu Lintas di SampitDampak dari paparan asap karhutla dirasakan langsung oleh warga Musi Banyuasin. Pada pagi hari, kabut asap pekat menyelimuti kawasan pemukiman hingga menekan jarak pandang (visibility) menjadi sangat terbatas, yakni hanya sejauh 100 meter. Meski kabut asap mulai memudar menjelang siang hari, tim BPBD tetap bersiaga penuh untuk merespons laporan kebakaran susulan dari masyarakat.
Berdasarkan data BPBD Sumatra Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi satu dari tiga wilayah dengan sebaran titik api terbanyak di Sumsel, selain Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Banyuasin. Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan pernapasan, masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi mencegah timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).





Komentar (0)