Jakarta, VIVA – Kemampuan sederhana seperti bangkit dari kursi ternyata bisa memberikan gambaran mengenai kondisi fisik seseorang seiring bertambahnya usia. Melalui tes duduk dan berdiri selama 30 detik, tenaga medis dapat menilai sejumlah aspek kebugaran, mulai dari kekuatan otot kaki hingga keseimbangan tubuh.
Seiring bertambahnya usia, aktivitas sehari-hari yang sebelumnya terasa mudah terkadang mulai membutuhkan usaha lebih besar. Salah satunya adalah berdiri dari posisi duduk. Meski terlihat sepele, gerakan ini melibatkan beberapa kemampuan fisik yang penting untuk menjaga kemandirian seseorang.
Tes 30-second sit-to-stand pun digunakan oleh dokter dan fasilitas kesehatan untuk membantu mengevaluasi kondisi fisik, terutama pada kelompok lanjut usia.
Tes ini tergolong sederhana karena hanya membutuhkan kursi kokoh tanpa sandaran tangan dan alat pengukur waktu, seperti stopwatch di ponsel. Melansir dari YourTango, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Siapkan kursi yang kokoh dan tidak mudah bergeser.
- Duduk dengan posisi tubuh tegak di atas kursi.
- Silangkan kedua tangan di depan dada, dengan masing-masing tangan menyentuh bahu.
- Mulai hitung waktu selama 30 detik.
- Berdiri hingga tubuh tegak, kemudian duduk kembali.
- Ulangi gerakan tersebut sebanyak mungkin selama waktu yang tersedia.
- Catat jumlah gerakan berdiri yang berhasil diselesaikan.
Pastikan gerakan dilakukan dengan aman dan terkontrol. Orang yang mengalami gangguan keseimbangan, nyeri sendi yang signifikan, atau kesulitan berdiri sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba tes ini.
Apa yang Bisa Diungkap dari Tes 30 Detik?Menurut dokter spesialis geriatri Jugdeep Dhesi, tes ini bermanfaat untuk mengetahui kemampuan seseorang menjalankan fungsi fisiknya.
Ia menjelaskan bahwa tes tersebut dapat memberikan informasi mengenai kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh.
Selain itu, hasil tes dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi orang yang berisiko mengalami jatuh atau komplikasi kesehatan tertentu. Kemampuan fisik yang rendah juga dapat menjadi salah satu petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam beberapa kondisi, dokter dapat mempertimbangkan hasil tes ketika mengevaluasi risiko sebelum operasi atau menjalani pengobatan kanker. Performa yang kurang baik juga bisa menjadi alasan untuk memeriksa kemungkinan gangguan pada sistem kardiovaskular atau paru-paru.






Komentar (0)