Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif kenaikan peringkat Jakarta dalam Oxford Economics Global Cities Index 2026. Jakarta kini menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota yang dinilai, naik 19 posisi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-159.
"Dari Oxford Economics Global Cities Index di tahun 2026, di tahun 2024 dulu kita rankingnya 200 something. Kemudian di tahun 2025 menjadi 150-an something. Dan di tahun 2026 ini, dari 1.000 kota, alhamdulillah Jakarta nomor 140,” kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
Berdasarkan data peringkat yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta, posisi Jakarta meningkat dari peringkat ke-284 pada 2024 menjadi ke-159 pada 2025, kemudian ke-140 pada 2026.
Data peringkat tersebut dikeluarkan oleh Oxford Economics, yang merupakan perusahaan penasihat ekonomi independen yang berbasis di Oxford, Inggris. Lembaga ini menyediakan analisis dan proyeksi ekonomi serta melakukan kajian terhadap negara, sektor industri, kota, dan wilayah di berbagai belahan dunia.
Dalam Global Cities Index, Oxford Economics membandingkan kota-kota dunia melalui lima pilar utama, yakni ekonomi, modal manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola. Penilaian tersebut digunakan untuk melihat berbagai aspek yang memengaruhi kinerja dan daya saing suatu kota.
Meski peringkat keseluruhan Jakarta membaik, perubahan pada masing-masing pilar menunjukkan hasil yang beragam.
Pada pilar ekonomi, Jakarta berada di peringkat ke-59 pada 2026, turun dari posisi ke-49 pada 2025 dan ke-40 pada 2024. Sementara itu, pada pilar modal manusia, Jakarta mencatat peningkatan signifikan dengan menempati peringkat ke-23 pada 2026, membaik dari posisi ke-75 pada 2025 dan ke-89 pada 2024.
Pilar Kualitas HidupAdapun pada pilar kualitas hidup, Jakarta berada di peringkat ke-561 pada 2026, turun dari posisi ke-400 pada 2025. Pada pilar lingkungan, Jakarta menempati peringkat ke-553, turun dari posisi ke-412 pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, pada pilar tata kelola, posisi Jakarta membaik ke peringkat ke-372 pada 2026 dari peringkat ke-483 pada 2025.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga melaporkan capaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2025. Dari 17 tujuan SDGs, sebanyak 65,6 persen dinyatakan tercapai, 21 persen menunjukkan perbaikan, dan 13,4 persen masih memerlukan perhatian khusus.
Enam tujuan yang disebut telah mencapai target ialah kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, berkurangnya kesenjangan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ekosistem daratan, serta perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Namun, peringkat keseluruhan yang meningkat tetap perlu dibaca bersama perkembangan setiap pilar, terutama ekonomi, kualitas hidup, dan lingkungan yang peringkatnya menurun pada 2026.






Komentar (0)