Angkie Yudistia: Keterwakilan Perempuan Tak Cukup Kuota 30%, Harus Berpengaruh pada Kebijakan

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Keterwakilan perempuan dalam politik tidak cukup berhenti pada pemenuhan kuota pencalonan. Perempuan juga perlu memiliki kapasitas, akses kepemimpinan, dan ruang yang setara untuk memengaruhi keputusan politik serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Angkie Yudistia menekankan pentingnya mengubah keterwakilan perempuan dari sekadar kehadiran dalam struktur politik menjadi partisipasi substantif dalam perumusan kebijakan. Upaya tersebut membutuhkan kaderisasi terarah, peningkatan kapasitas, dan dukungan organisasi yang berkelanjutan.

“Kita juga harus mewujudkan keterwakilan substantif, yaitu kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan memengaruhi keputusan politik,” ujar Angkie, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga :
Tatap Pemilu 2029, Perindo Bali Kebut Penguatan Organisasi dan Rangkul Pelaku UMKM

Angkie menyampaikan hal tersebut dalam diskusi publik DPP Partai Perindo bertema Menakar Ambang Batas Parlemen 1%. Menurut dia, keterwakilan perempuan merupakan bagian penting dari demokrasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Dia mendorong penguatan kader perempuan melalui pemetaan potensi, rekrutmen yang inklusif, serta pendidikan politik yang mencakup kepemimpinan, komunikasi politik, advokasi, literasi kebijakan, dan strategi kampanye yang etis. Akses perempuan terhadap posisi strategis dalam kepengurusan dan penentuan kandidat juga perlu diperluas.

“Pertama, memperkuat kaderisasi dan kualitas calon perempuan. Kedua, memastikan koordinasi serta dukungan organisasi di seluruh tingkatan. Ketiga, membangun sistem evaluasi keterwakilan yang berbasis data dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :
Konsolidasi Hingga Akar Rumput, Perindo Jabar Targetkan 1,4 Juta Suara pada Pemilu 2029

Strategi tersebut, menurut Angkie, perlu disertai pendampingan lintas wilayah dan dukungan sumber daya yang adil bagi kader perempuan. Dokumentasi praktik baik dari berbagai daerah juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan perempuan.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Dorong Pengusaha Optimalkan KPP APEC Demi Dongkrak Investasi
• 15 jam lalu
0
thumb
Realisasi Investasi KEK Hingga Kuartal III-2026 Rp46 T, Turun 9%
• 7 jam lalu
0
thumb
Nana Ibrahim dan Misinya Memperkenalkan Aksara Lontara Melalui Maskerade
• 3 jam lalu
0
thumb
Miguel Pereira Ingin Bawa Persebaya Raih Tiga Poin di Markas PSM
• 23 jam lalu
0
thumb
Uji Coba "Dry Ice" Atasi Karhutla, BMKG: Diharapkan Bisa Mengurai Pekatnya Kabut Asap di Palembang
• 19 menit lalu
0
Berhasil disimpan.