JAKARTA, DISWAY.ID - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, semakin memprihatinkan setelah Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) memangkas bantuan pangan akibat kekurangan dana.
Kebijakan tersebut membuat sekitar 500.000 warga Palestina terancam kehilangan akses terhadap bantuan makanan bulanan, di tengah kondisi ekonomi dan kemanusiaan yang masih sangat berat.
WFP mengungkapkan, jumlah penerima bantuan pangan bulanan di Gaza dikurangi dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. Pemangkasan ini terjadi ketika sebagian besar penduduk masih kesulitan memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.
Tak hanya jumlah penerima yang berkurang, jatah pangan bagi penerima bantuan juga dipangkas hingga separuh. Bantuan tunai untuk 75.000 keluarga ikut dikurangi, sedangkan distribusi makanan siap santap bagi warga yang tidak memiliki akses untuk memasak turun dari 250.000 menjadi 150.000 porsi per hari.
Dampak pengurangan bantuan tersebut terasa semakin berat bagi keluarga pengungsi yang kehilangan rumah dan bergantung pada distribusi makanan untuk bertahan hidup.
BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Siapkan OMC Jelang Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West 24-25 Oktober 2026
Di sejumlah wilayah yang sulit dijangkau, beberapa keluarga bahkan hanya memperoleh makanan siap santap setiap dua hari sekali.
Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih jauh dari terpenuhi, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berjalan sekitar satu tahun.
Warga Palestina masih menghadapi persoalan kekurangan pangan, tempat tinggal yang tidak layak, keterbatasan layanan dasar, serta ketidakpastian keamanan.
Berdasarkan data WFP yang disampaikan dalam laporan tersebut, sekitar 1,4 juta orang atau dua pertiga penduduk Gaza menghadapi kerawanan pangan pada tingkat krisis atau lebih buruk. Dari jumlah itu, sekitar 200.000 orang berada dalam kondisi darurat pangan.
Kondisi tersebut membuat pemangkasan bantuan berisiko memperburuk situasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik.
Bagi warga yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun akses terhadap bahan makanan, bantuan kemanusiaan menjadi salah satu sumber utama untuk memenuhi kebutuhan harian.
Ketika jumlah penerima dan porsi makanan dikurangi, keluarga harus menghadapi pilihan yang semakin sulit untuk mencukupi kebutuhan pangan.
Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengecam pengurangan bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang katastrofik.
Pihak tersebut memperingatkan bahwa berkurangnya distribusi pangan dapat memperburuk kondisi kelaparan di wilayah itu.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)