Forum Ekonomi Hulu Migas (Forek Hulu Migas) 2026 resmi diperkenalkan sebagai ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan akademisi. Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Oktober 2026 ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri hulu minyak dan gas (migas) nasional.
Penyelenggaraan Forek Hulu Migas 2026 mengusung tema akselerasi penguatan ketahanan energi melalui strategi komersialisasi, pengelolaan investasi hulu migas, serta harmonisasi kebijakan fiskal dan tata kelola yang terintegrasi.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melanti, menyoroti bahwa penguatan aspek komersialisasi dan keuangan sangat krusial agar target lifting migas nasional dapat terus ditingkatkan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi regulasi fiskal yang ada saat ini agar lebih menarik di mata penanam modal.
Baca Juga :
Pabrik LPG Cilamaya Beroperasi, Dukung Pengurangan Impor"Forum ini merupakan rangkaian lanjut dari diskusi-diskusi sebelumnya yang melibatkan kementerian terkait seperti Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, dan BPK terhadap dinamika yang berkembang saat ini dan kebijakan fiskal yang mungkin perlu disempurnakan," jelas Desti, dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026.
Forum ini diharapkan mampu menjadi wadah urun rembuk dalam mengurai berbagai tantangan industri, mulai dari stagnasi produksi, pemenuhan kebutuhan investasi berskala besar, hingga penangkapan peluang pengembangan migas nonkonvensional dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Pelaku usaha siap meningkatkan belanja investasi secara signifikan dengan didukung kepastian regulasi dan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan.





Komentar (0)