Ombudsman Temukan Maladministrasi Bantuan Korban Gempa NTT

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Ombudsman Temukan Maladministrasi Bantuan Korban Gempa NTTNasional | okezone | Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:24

JAKARTA - Ombudsman RI mengungkap empat temuan terkait dugaan maladministrasi dalam pelayanan terhadap korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan tersebut berkaitan dengan belum meratanya bantuan hingga hambatan akses pendidikan.

Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng mengatakan, dugaan maladministrasi itu merupakan hasil monitoring Ombudsman RI pada September-Oktober 2026. Menurutnya, temuan ini menjadi penting untuk pembenahan.

"Dalam konteks maladministrasi, kami mencatat bahwa masih ada titik-titik maladministrasi yang butuh pembenahan ke depan," kata Robert di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dia memaparkan, temuan pertama berkaitan dengan bantuan yang belum merata. Robert mengatakan bantuan yang diberikan kepada korban bencana belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan dan kondisi objektif di lapangan, termasuk skala kerusakan dan tingkat dampak bencana yang dialami masyarakat.

Baca Juga:Hadapi Karhutla, Pemerintah Kerahkan 55 Armada Udara dan Ribuan Personel

"Itu sering kali juga dampaknya gede tapi bantuannya sangat lama atau bantuannya tidak sebesar daerah lain yang mungkin punya akses terhadap mereka yang punya bantuan baik dari pemerintah mau pun non-pemerintah," ungkap Robert.

Kedua, persoalan hunian dan pendataan korban. Robert menyoroti proses penanganan data korban bencana yang masih menjadi persoalan, terutama dalam bencana terbaru di Flores.

Menurutnya, pendataan dan verifikasi korban sebenarnya telah selesai. Namun, data tersebut masih harus ditinjau oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum dijadikan dasar penyusunan rencana pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap serta program rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

"Hari ini problemnya data tersebut, data sudah bergerak tetapi kemudian masih ada saja yang dianggap oleh mereka yang bekerja di lapangan itu belum objektif, belum sesuai dengan apa yang terjadi," ujarnya.

Ketiga, layanan kesehatan dan pendidikan yang masih memprihatinkan. Robert menilai keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan bagi korban bencana perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, dampak bencana tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga berpotensi memengaruhi generasi mendatang.

Baca Juga:Detik-Detik Sidang Bupati Sudewo Ricuh hingga JPU KPK Dievakuasi dari Kejaran Massa

Dia mencontohkan anak-anak korban bencana yang hanya dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar satu hingga dua kali dalam sepekan karena harus bergantian menggunakan tenda sekolah yang tersedia.

"Terlalu luas bagi anak-anak kita yang sekolahnya seminggu kadang-kadang cuman sekali, paling banyak dua kali karena dia harus bertukar giliran dengan kelas lain untuk memanfaatkan satu atau dua tenda yang ada," tutur Robert.

 

Dia menilai temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pembangunan fasilitas darurat agar pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan.

"Ini temuan dari Ombudsman yang saya kira penting untuk segera direspons dengan pembangunan fasilitas darurat agar kembali bisa layanan pendidikan dan kesehatan sebagai sesuatu yang sangat krusial itu bisa terus berlanjut," katanya.

Keempat, hambatan pelayanan administrasi publik. Robert menyebut Ombudsman juga menemukan kendala dalam pelayanan administrasi publik bagi korban bencana.

Baca Juga:Viral Video Pengasuh di Palembang Diduga Aniaya dan Tampar Balita gegara Tak Mau Makan

“Persoalan tersebut mencakup pengurusan data kependudukan hingga administrasi yang dibutuhkan masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi mereka setelah bencana,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Valuasi BBCA Diskon di Tengah Gejolak MSCI, Laba 2026 Diramal Tembus Rp55,7 Triliun
• 8 jam lalu
0
thumb
Ijazah Gibran Digugat, Bahlil Ungkap Sikap Golkar: Kita Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah
• 7 jam lalu
0
thumb
Inara Rusli Berharap Bisa Damai dengan Wardatina Mawa, Ajak Turunkan Ego demi Masa Depan Anak
• 5 jam lalu
0
thumb
Pernyataan Ekstrem Politisi-Politisi Israel Jelang Pemilu, Serukan Pengusiran Warga Gaza
• 21 jam lalu
0
thumb
Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Padukan Pendidikan dan Pemberdayaan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.