Geopolitik dan Kebijakan AS Tekan Rupiah, BI Optimalkan Instrumen Moneter

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

BI mengoptimalkan berbagai instrumen moneter, termasuk insentif guna mendorong aliran masuk investasi portofolio asing.

Geopolitik dan Kebijakan AS Tekan Rupiah, BI Optimalkan Instrumen Moneter (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi stabilisasi nilai tukar rupiah setelah mata uang Garuda melemah 0,61 persen menjadi Rp17.985 per USD pada 20 Oktober 2026 dibandingkan posisi akhir September 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham.

Baca Juga:
BI Rate Tetap di Level 5,75 Persen, Bunga Deposit Naik Jadi 5 Persen

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham," kata Destry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI mengoptimalkan berbagai instrumen moneter, termasuk insentif guna mendorong aliran masuk investasi portofolio asing. BI juga mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA).

Baca Juga:
Inflasi Jadi Tantangan Utama Ekonomi RI, Suku Bunga Diprediksi Tetap Tinggi hingga 2027

Insentif tersebut mencakup transaksi swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) beli lindung nilai konvensional kepada BI, serta transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya tarik imbal hasil aset rupiah di tengah ketidakpastian global.

Sejak diberlakukan pada Juni 2026, kebijakan insentif tersebut telah menarik aliran masuk modal asing sebesar USD9,9 miliar hingga 20 Oktober 2026.

Baca Juga:
Rupiah Pagi Menguat Tipis ke Rp17.982 per USD Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

BI memperkirakan rupiah akan bergerak stabil ditopang komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar, imbal hasil aset rupiah yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, serta prospek ekonomi domestik yang tetap baik.

"Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar Rupiah bergerak stabil didukung komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik," tutur Destry

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhut Bekukan 6 Perusahaan Penyebab Karhutla, Total 32 Disanksi Administratif
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemotor di Serang Tewas Usai Seruduk Truk Parkir di Bahu Jalan
• 11 jam lalu
0
thumb
Dinsos Jatim soal Nasib 4 Anak Yatim Piatu Usai Ibu Meninggal Saat Mau Berobat
• 49 menit lalu
0
thumb
Pabrik Tramadol di Sukoharjo Produksi Sejak 2025, Omzet Capai Rp 3 M
• 9 jam lalu
0
thumb
Lombok Mulya Craft, UMKM Binaan Pertamina yang Berdayakan Perajin Lokal
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.