Warga Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dihebohkan dengan penemuan banyak kain putin berisi tulang belulang di sebuah tebing penampungan tanah urug di Kampung Canguk, Rejowinangun Utara.
Bungkusan kain mirip pocong berukuran kecil-kecil tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Heriningsih yang hendak mengambil tanah di lokasi pada Senin (19/10) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfando mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Termasuk meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan luar.
"Kita menindaklanjuti adanya laporan penemuan tulang dan kain seperti itu. Nah, jadi laporan tersebut kita tindaklanjuti, kita meminta dari dokter dilakukan autopsi luar," ujar Dikri, Rabu (21/10).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tulang belulang tersebut bukan tulang manusia.
"Dari hasil pemeriksaan dari luar bisa dipastikan ini bukan tulang manusia. Jadi tidak ada satu pun yang teridentifikasi tulang manusia," tegas dia.
Terkait penanganan selanjutnya, ia memustuskan, tulang-tulang ini dikubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Walaupun ini sumbernya adalah dari tanah urukan ya, tanah urukan yang dibuang di Canguk ini. Nanti mungkin terhadap tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," ungkap Dikri.
Sementara itu, Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal RSUD Tidar Kota Magelang Arso Pranindyo Utomo, menjelaskan, tulang tersebut merupakan tulang hewan karena ciri-ciri fisinya sangat berbeda dengan manusia.
"Saya temukan empat tulang kering dan empat tulang paha. Pada manusia normal hanya ada dua tulang kering dan dua tulang paha. Kalau ada empat, itu jelas bukan tulang manusia, melainkan milik binatang berkaki empat. Apakah kambing atau anjing, saya belum bisa memastikan," imbuh dr Arso.
Selain itu, ditemukan pula bulu yang melekat di kain mori dan tulang belulang itu. Sehingga mustahil itu merupakan tulang manusia.
"Saya temukan kulit yang berambut tebal. Ini jelas bukan bulu manusia, melainkan bulu binatang berkaki empat. Jadi berdasarkan semua pemeriksaan. Saya berani mengatakan ini bukan tulang manusia, melainkan tulang hewan berkaki empat," kata Asro.






Komentar (0)