Pengadaan Selimut Pengungsi di BNPB pun Dikorupsi

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa selain HT untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdapat juga pengadaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti tenda dan selimut untuk pengungsi yang diduga dikorupsi.

“Pengadaan tenda, selimut, ya perangkat-perangkat untuk pengungsi, kemudian alat-alat pompa air untuk penanggulangan banjir, juga perahu karet,” kata Budi, Rabu (21/10).

BACA JUGA: KPK Kirim Surat buat Panglima TNI terkait Penyidikan Korupsi di BNPB

Budi mengatakan pihaknya tidak hanya menemukan dugaan korupsi seputar penanganan bencana karhutla, tetapi juga pengadaan untuk bencana banjir dan longsor.

"Butuh pendalaman yang komprehensif oleh penyidik untuk melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen pengadaan barang dan jasa,” katanya.

BACA JUGA: KPK Ungkap Hasil Penggeledahan di Kantor BNPB

Kasus tersebut bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB dengan menangkap 15 orang pada 13 Oktober 2026. Keesokan harinya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus tersebut.

Salah satunya Bima Setiawan selaku adik Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang saat OTT berlangsung sedang menjabat sebagai Kepala BNPB. Bima juga merupakan Tenaga Ahli Kepala BNPB saat Suharyanto aktif menjabat.

BACA JUGA: Pernyataan Menko Yusril Merespons Kasus Korupsi Dana Bencana di BNPB

Kemudian, empat orang tersangka lainnya adalah pejabat pembuat komitmen sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, Direktur PT Trans Lintas Selaras Gery Prasetiawan, serta pihak swasta Syifa Nrika Ghifarin.

KPK pada 16 Oktober 2026 mengungkapkan menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar yang terdiri atas 7.500 dolar Amerika Serikat, 9.000 dolar Singapura, Rp3,35 miliar, 56 keping emas dengan total berat 133 gram dengan nilai mencapai Rp315,8 juta, tabungan emas seberat 192 gram senilai Rp452 juta, serta aset kripto sejumlah Rp1,10 miliar.

Selain itu, KPK mengungkapkan telah menggeledah ruangan Kepala BNPB dan sejumlah ruangan lainnya di Kantor BNPB setelah menetapkan tersangka kasus tersebut.

KPK juga mengatakan telah memberitahukan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengenai peran Suharyanto. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rela Antre Beras Murah, Pengayuh Becak Asal Pasirsari Berjuang Sambung Hidup
• 3 jam lalu
0
thumb
Luhut Sebut Kerugian Negara Memberatkan Danantara, Prabowo Setujui Kajian DEN
• 15 jam lalu
0
thumb
Hadapi Kekeringan di Jawa Timur, Pemprov Perkuat Tampungan Air dan Sumur Resapan
• 5 jam lalu
0
thumb
Penumpang Dengar Suara Ledakan Sebelum KMP Batumandi Terbakar di Merak
• 19 jam lalu
0
thumb
Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Buka Jalan Pemberdayaan Bagi 44 Ribu Keluarga
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.