JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka harus berasal dari pucuk pimpinan, yakni sang presiden sendiri.
Ray Rangkuti menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilai gagal mengoptimalkan kinerja bawahannya di kabinet. Sehingga, evaluasi bisa dilakukan secara lebih efektif.
Hal tersebut disampaikan Ray Rangkuti menanggapi kajian internal Gerindra yang menyatakan setidaknya 42 menteri dan wakil menteri bekerja tidak memenuhi standar selama dua tahun pemerintahan.
Baca Juga: Prabowo Bakal Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bertepatan Dua Tahun Pemerintahan
"Sebelum mereka mengevaluasi para menteri, mestinya Gerindra menyampaikan kepada Pak Prabowo supaya juga mengubah pola kepemimpinannya," kata Ray Rangkuti dalam program "Sapa Indonesia Pagi" KompasTV, Rabu (21/10/2026).
"Bila selama ini santer, misalnya, kita dengar Pak Prabowo sulit ditemui, jarang berkomunikasi dengan para menterinya, dan seterusnya, itu sebaiknya mulai diingatkan oleh Gerindra bahwa pola seperti itu tidak membantu menteri-menteri bekerja."
Pengamat politik itu menilai kerja Kabinet Merah Putih kurang optimal karena komunikasi yang tidak efektif dari Presiden.
Ray Rangkuti mengatakan setidaknya ada tiga hal yang mestinya disampaikan Gerindra kepada Prabowo. Pertama adalah pola komunikasi dengan menteri yang dinilai tidak berjalan lancar.
Kemudian, Ray menyoroti kebiasaan Prabowo yang cenderung senang mendengar laporan positif. Menurutnya, jika Prabowo tidak senang mendengar laporan negatif, maka evaluasi tidak akan pernah efektif.
"Kalau tiga hal ini tidak disampaikan Gerindra, saya kira sehebat apa pun evaluasinya dan sehebat apa pun menterinya ditempatkan pada posisinya, pada tingkat tertentu akan berjalan seperti yang sekarang ini," kata Ray Rangkuti.
"Kita tahu betul di beberapa tempat menteri itu tidak optimal karena kebingungan ini mau melakukan apa, mau bertindak apa, mau menyampaikan apa."
Kajian internal GerindraPolitikus Partai Gerindra, Kamrussamad, mengatakan partainya telah melangsungkan kajian internal sehubungan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran
Berdasarkan kajian, Kamrussamad menyebut pihaknya mendapati 42 menteri dan wakil menteri yang tidak memenuhi Indikator Kinerja Utama (KPI).
Kamrussamad menyebut hasil kajian partai nantinya akan diserahkan langsung kepada Prabowo untuk evaluasi. Menurutnya, terdapat menteri yang tidak memahami haluan kebijakan sang presiden.
"Kementerian yang bertanggung jawab terhadap keperluan hajat hidup orang banyak harus dievaluasi," kata Kamrussamad dalam acara diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
"Siapa menterinya? Jangan sampai mereka memiliki hidden agenda untuk menciptakan distrust dari masyarakat."
Baca Juga: Bahlil Beberkan Prioritas Golkar di 2029: Tujuan Kami Naikkan Kursi
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- dua tahun prabowo gibran
- kajian internal gerindra
- ray rangkuti
- kepemimpinan prabowo
- evaluasi dua tahun prabowo






Komentar (0)