jakarta.jpnn.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mendorong para menjadi agen perdamaian dengan cara melawan konten kekerasan di media sosial.
Berdasarkan data BNPT, sebanyak 782 anak di 18 provinsi terpapar konten kekerasan melalui berbagai grup digital.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta KSP Listyo Sigit Kawal Program Strategis Pemerintah
"Setelah mengikuti Kemah Kebangsaan ini, saya harap teman-teman bisa menjadi agen-agen perubahan di sekolah masing-masing. Ini ada 58 sekolah,” kata Eddy pada Kemah Kebangsaan BP2M bertema Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10).
Menurut Eddy, menjaga persatuan di tengah keberagaman harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk dalam menggunakan media sosial.
BACA JUGA: Ketum DPP FOKSI: 2 Tahun Asta Cita Prabowo, Kemajemukan Jadi Kekuatan Kemajuan Bangsa
Eddy mengingatkan para pelajar agar membiasakan prinsip 3T, yakni tahan, telusuri, dan timbang, sebelum memercayai ataupun membagikan informasi.
"Jangan sampai terpapar info-info kekerasan, ujaran kebencian,” kata Eddy.
BACA JUGA: PP HIMMAH Yakin Listyo Sigit Prabowo Bawa KSP Percepat Program Prioritas Presiden Prabowo
BNPT juga menyoroti paparan konten kekerasan melalui true crime community (TCC), yakni komunitas digital yang membahas kasus kriminal dan berbagai insiden kekerasan.
Tantangan itu membutuhkan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, seperti orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (Pionir) Muhammad Hanif berharap Kemah Kebangsaan BP2M bisa mempererat persaudaraan di kalangan generasi muda.
"Harapan saya semoga di kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat tali persaudaraan dan membuktikan bahwa pelajar Indonesia adalah pelopor perubahan yang kritis serta demokratis," kata Muhammad Hanif. (*)
Redaktur & Reporter : Ragil





Komentar (0)