Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T, Capai 75 Persen Target 2026

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan realisasi investasi Indonesia secara year-to-date hingga akhir triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun.

Ia menyebutkan, angka tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu setara dengan 75,4 persen dari target realisasi investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Rosan mengatakan capaian tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas perekonomian di Istana Negara, Senin (19/10).

BACA JUGA:Arogan Hadapi Mahasiswa yang Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf

"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 itu mencapai Rp528,7 triliun. Sehingga, total investasi dari Januari sampai September 2026 totalnya adalah Rp1.539,2 triliun," terang Rosan.

Secara terperinci, ia menjelaskan bahwa Rp761,4 triliun, atau 49,5 persen dari total realisasi investasi, berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara itu, Rp777,8 triliun lainnya, atau 50,5 persen, berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia, yakni USD 14 miliar atau 29,6 persen dari total PMA sepanjang periode tersebut. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong dengan nilai investasi USD 12,8 miliar, Tiongkok sebesar USD 5 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 3,4 miliar, dan Jepang sebesar USD 2,6 miliar.

"Jika (nilai) Hong Kong dan Tiongkok digabung, maka (realisasi investasi) mereka akan lebih besar dari Singapura," jelas dia.

BACA JUGA:Kemensos dan CIMA Bahas Rencana Kolaborasi Fasilitasi Lulusan Sekolah Rakyat di Industri Maritim

Dalam kesempatan itu, Rosan juga memaparkan persebaran realisasi investasi berdasarkan wilayah.

Berdasarkan data BKPM, investasi di luar Jawa pada Januari hingga September 2026 mencapai Rp779,4 triliun, atau 50,6 persen dari total realisasi investasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp759,8 triliun, atau 49,4 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa realisasi investasi nasional tidak terpusat di Pulau Jawa. Wilayah lain, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku, juga menjadi tujuan penting penanaman modal, terutama bagi PMA di sektor industri dan pengolahan sumber daya alam.

"Untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan pertama dengan nilai Rp139,2 triliun. Kemudian Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun karena adanya hilirisasi, Maluku Utara sebesar Rp91,9 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp89,1 triliun, dan Kalimantan Barat sebesar Rp42,7 triliun," tuturnya.

BACA JUGA:Dudung Ingatkan Kebebasan Berpendapat Tak Berarti Bebas Menghina

Rosan mengatakan realisasi investasi tersebut juga berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkannya, investasi selama Januari hingga September 2026 telah menyerap hampir 2,2 juta tenaga kerja.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aturan Modal Asuransi Berubah, OJK Tetap Pasang Batas Minimum RBC 120 Persen
• 18 jam lalu
0
thumb
Babak Baru Kasus Polisi Junior Tembak Mati Senior di Markas Baharkam
• 21 jam lalu
0
thumb
Mercedes-Maybach S 680 Edisi LeBron James Dilelang, Siapa Mau Beli?
• 20 jam lalu
0
thumb
Raih Gelar 1st Runner Up Miss Indonesia 2026, Yvette Rondonuwu Ingin Menginspirasi Perempuan
• 18 jam lalu
0
thumb
Hasil Isenmulang Vs Java United: Gol Tunggal Gustavo Selamatkan Java United dari Kekalahan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.