Gereja di IKN Direncanakan Jadi Basilika Pertama di Indonesia, Seperti Apa Bentuknya?

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

NUSANTARA,KOMPAS – Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara atau IKN direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia. Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, melakukan kunjungan pastoral ke gereja tersebut, Selasa (20/10/2026). Seperti apa “wajah” dari gereja yang direncanakan menjadi basilika ini?

Kunjungan Kardinal Suharyo ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius ditemani oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Dalam peninjauan tersebut, Kardinal Suharyo yang juga menjabat sebagai Ordinaris Militer Indonesia mengapresiasi pembangunan gereja di Nusantara. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persiapan teknis yang perlu dilakukan sebelum gereja tersebut dapat diresmikan sebagai basilika.

“Dan dari keterangan Bapak Basuki, saya merasa bahwa semua yang bekerja di sini sungguh-sungguh berusaha sebaik-baiknya. Tentu syukur, karena di dalam kompleks IKN ini ada gereja yang begitu besar, yang akan diresmikan sebagai basilika. Kalau nanti itu terjadi, inilah satu-satunya basilika di Indonesia.” ujar Kardinal Suharyo melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas, Rabu (21/10/2026).

Gereja dan basilika memiliki perbedaan pada status dan kedudukannya dalam Gereja Katolik. Gereja merupakan tempat umat beribadah dan merayakan sakramen, sedangkan basilika adalah gereja yang memperoleh gelar kehormatan khusus dari Paus karena nilai sejarah, spiritual, atau peran pentingnya bagi umat Katolik.

Gereja Santo Fransiskus Xaverius dirancang dengan arsitektur yang mengedepankan inkulturasi budaya dan nilai kerukunan antarumat beragama. Salah satu fasilitas yang terdapat di kawasan tersebut adalah Plaza Kerukunan. Plaza ini direncanakan menjadi penghubung antara gereja dan tempat-tempat ibadah agama lainnya di Ibu Kota Nusantara.

“Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat. Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol, sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain,” kata Kardinal Suharyo.

Pembangunan terus dilakukan

Hingga kini, pembangunan IKN terus dilakukan. Prioritas Otorita IKN seperti tercantum dalam rencana strategis tahun 2025 sampai 2029 mencakup dua kegiatan. Pertama, perencanaan tata ruang dan pembangunan gedung perkantoran legislatif, yudikatif, dan sarana prasarana pendukung pembangunan hunian, serta pembangunan aksesibilitas dan konektivitas.

Kegiatan kedua, terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan investasi, hingga pengembangan kawasan ekonomi. Di samping itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan hutan, serta penanggulangan bencana dan pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan di IKN.

Baca JugaSetelah Kunjungan Presiden, Target Pembangunan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

Dalam kaitan itu, Otorita IKN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026).

Kerja sama tersebut mencakup proyek 8 tower rumah susun untuk ASN senilai Rp 2,629 triliun, serta lima investasi langsung swasta murni di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas penunjang kawasan senilai total Rp 1,11 triliun.

Selain itu, Otorita IKN sebelumnya telah menandatangani PKS proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak ASN bersama PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026, dengan nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun. Seluruh kerja sama investasi yang ditandatangani pada 14 Oktober 2026 tersebut berasal dari skema KPBU sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni lima pelaku usaha, yakni PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.

Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN, tetapi juga didukung dengan skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. Menurutnya, percepatan pembangunan Nusantara turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Menurut Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, kepercayaan yang diberikan kepada Nindya Karya merupakan amanah untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan memberi manfaat bagi IKN.

“Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara,” ucapnya melalui keterangan tertulis.

Baca JugaIKN dan Berkaca pada Tradisi Nusantara Memindahkan Ibu Kota
Hunian bagi ASN

Pada sektor perumahan, Otorita IKN mengembangkan hunian bagi ASN melalui skema KPBU, yang mencakup pembangunan rumah susun dan rumah tapak. Untuk proyek pembangunan 8 tower rumah susun, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa. Proyek ini terdiri atas 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi yang berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, dengan luas persil 6,84 hektar dan biaya investasi Rp 2,629 triliun.

Kemudian pada 6 Oktober 2026, PT Intiland Development Tbk melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara telah menandatangani PKS untuk proyek pembangunan 109 Rumah Tapak ASN di WP 1B KIPP IKN. Proyek ini mencakup pembangunan 109 unit rumah tapak dengan luas masing-masing 390 meter persegi, di atas lahan dengan total luas persil 9,17 hektar.

Lahan tersebut terbagi menjadi Persil 1 sebanyak 79 unit seluas 6,6 hektar dan Persil 2 sebanyak 30 unit seluas 2,4 hektar dengan total nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun. Masa kerja sama proyek ini sepuluh tahun yang terdiri atas dua tahun masa konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunan proyek tersebut diharapkan selesai pada Triwulan IV 2028.

Baca JugaMK: Ibu Kota Negara di Jakarta hingga Terbit Keppres Pemindahan

Selain proyek KPBU sektor perumahan, Otorita IKN juga menandatangani kerja sama investasi langsung swasta murni bersama lima pelaku usaha. Dari sektor pangan, PT Berdikari (Persero) akan mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 melalui rencana investasi parent stock layer farm dan hatchery. Proyek ini berada di atas lahan 17,27 hektar, dengan estimasi nilai investasi Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

PT Laziz Nusantara Grup turut berkontribusi dengan mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B, di atas lahan 0,54 hektar dengan estimasi nilai investasi Rp10 miliar. Adapun PT FYP Karya Perdana akan mengembangkan Teras Padu berupa sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan luas lahan 0,45 hektar dan estimasi nilai investasi Rp20 miliar.

Sementara itu, PT Java Teak Indo akan mengembangkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A, di atas lahan 0,2 hektar dengan estimasi nilai investasi Rp 1,5 miliar.

Lebih lanjut, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park akan mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B. Proyek tersebut mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan 3,57 hektar, dengan estimasi nilai investasi Rp 1 triliun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Pagi Menguat Tipis ke Rp17.982 per USD Jelang Pengumuman Suku Bunga BI
• 6 jam lalu
0
thumb
Jelang Pemakaman sang Bunda, Marsha Aruan Ungkap Isi Hati: Bun, Nggak Kuat
• 4 jam lalu
0
thumb
Kehilangan Impian sebagai Atlet Renang, Choo Young Woo Temukan Tujuan Hidup Baru di Drakor Between Steps
• 23 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di TN Tanjung Puting Meluas, Habitat Orang Utan Terancam
• 17 jam lalu
0
thumb
Tes 30 Detik Ini Bisa Ungkap Kondisi Tubuh Seiring Bertambahnya Usia
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.