Wamen PU: Modifikasi cuaca disiapkan atasi defisit air bendungan Jawa

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengatakan modifikasi cuaca disiapkan untuk menjaga ketersediaan air menyusul defisit di bendungan Pulau Jawa akibat kemarau berkepanjangan tahun ini.

Menurut Diana, berkurangnya volume air di bendungan merupakan dampak langsung dari musim kemarau akibat fenomena El Nino ekstrem yang menyebabkan pasokan air terus menurun di berbagai wilayah.

"Sebenarnya kalau bendungan-bendungan karena kemarau ya terus terang aja kan menyusut, ya kan? Masalah air dan sebagainya. Nah, untuk hal ini, kita berharap supaya bisa turun hujan ya, mungkin nanti kita dengan modifikasi cuaca ya," kata Diana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Kementerian PU berupaya melakukan modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan peluang hujan sehingga cadangan air di bendungan dapat tetap terjaga.

Baca juga: Menteri PU ungkap Bendungan Rukoh kurangi risiko banjir di Pidie Aceh

Selain penanganan jangka pendek, Kementerian PU juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan bendungan yang belum selesai sebagai bagian dari perencanaan program tahun anggaran 2028.

Diana menyampaikan alokasi pembangunan bendungan pada 2027 pada dasarnya telah tersedia, sementara kebutuhan lanjutan untuk 2028 akan dipersiapkan sejak sekarang agar pelaksanaannya tidak tertunda.

Ia menegaskan identifikasi kebutuhan pembangunan bendungan akan segera dituntaskan sehingga proyek-proyek prioritas dapat mendukung ketahanan sumber daya air di tengah meningkatnya risiko kekeringan akibat kemarau.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU Adenan Rasyid menambahkan pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air di wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, Kementerian PU menyusun pola operasi waduk sebagai langkah pengelolaan ketersediaan air di setiap bendungan.

Adenan menjelaskan pola operasi tersebut mencakup pengaturan batas minimal pengelolaan waduk dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

"Seperti Ibu Wamen (PU) sampaikan tadi bahwa kita mengadakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah air melalui kementerian, juga kita membuat pola operasi waduk," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan sebanyak 36 persen bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air akibat kekeringan imbas adanya fenomena El Nino.

Baca juga: Menko Pangan kawal usulan bendungan di Sultra ke pemerintah pusat

Selain itu, sebanyak 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa turut terdampak kondisi tersebut akibat kekeringan yang berpengaruh terhadap ketersediaan air sehingga pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air nasional.

"El Nino, 36 persen bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak dan beberapa bendungan lainnya di luar Pulau Jawa mengalami kekeringan," kata AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis (15/10).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polres Purbalingga Bongkar 15 Kasus Penipuan Motor Modus Kenalan Medsos
• 7 jam lalu
0
thumb
Pastikan Sesuai Prosedur, Kemenhub Segera Periksa KMP Batumandi untuk Ungkap Pemicu Kebakaran
• 14 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Lerang Gunung Lawu Meluas, Capai 490 Hektare
• 9 jam lalu
0
thumb
Jajal Leapmotor C10: Performa Garang, Banjir Fitur, hingga Inovasi Healthy Interior
• 25 menit lalu
0
thumb
KPK Geledah Rumah Bupati Klaten Hamenang, Sita Duit hingga Perhiasan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.