jpnn.com - Sejumlah kiai dari PPP meminta kepemimpinan Muhamad Mardiono di partai berkelir hijau bisa dievaluasi setelah mereka mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Ulama’il Ka’bah di Pondok Pesantren Fadlul Fadlan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/10).
Diketahui, beberapa ulama hadir dalam acara itu, yakni KH Abdullah Ubab Maimoen Zubeir, KH Musthofa Aqil Siraj, Habib Ahmad Idrus Al-Habsyi, KH Muhlisin Nurhadi, KH Haris Sodaqoh, KH Muslih ZA, KH Mursyid Qori, dan KH Fadlolan Musyaffa.
BACA JUGA: KPK Sita Uang dari PCNU Nias, Diduga terkait Politik Uang Muktamar NU
Kiai Fadlolan menyebutkan Mardiono setelah menjabat Ketum PPP banyak mengeluarkan keputusan kontroversial yang mengganggu soliditas partai.
Dia kemudian menyoroti keputusan Mardiono yang memberhentikan sepihak pengurus di tingkat DPW dan DPC.
BACA JUGA: KPK Tak Cuma Sita Dokumen di Rumah Bupati Klaten, Ada Barang Ini
Mardiono, lanjut Kiai Fadlolan, memberhentikan sejumlah kader partai yang selama ini ikut membangun PPP.
"Mempersoalkan sejumlah keputusan terkait pergantian dan pemberhentian pengurus partai di berbagai daerah," ujarnya kepada awak media, Rabu (21/10).
BACA JUGA: Ini Respons Anggota Kompolnas soal Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe
Dia melanjutkan keputusan Mardiono yang mencopot pengurus dan memecat kader PPP membuat partai mengalami kemunduran.
"Ini tindakan yang tidak tepat dan memecah belah," ungkapnya.
Kiai Fadlolan juga menyebutkan bahwa di tengah kondisi politik yang membuat PPP tidak lolos ke parlemen, seharusnya partai melakukan rekonsiliasi sebagai landasan konflik internal yang terjadi sejak Muktamar X setahun silam.
"Kami menilai, rekonsiliasi seharusnya menjadi landasan penyelesaian konflik internal melalui musyawarah dan penghormatan terhadap kesepakatan bersama," kata Kiai Fadlolan.
Para ulama dalam pernyataan juga menyebut evaluasi kepemimpinan penting melihat dengan kondisi elektoral PPP menjelang Pemilu 2029, apalagi hasil survei menempatkan elektabilitas partai di bawah dua persen.
Atas dasar itulah forum ulama mendesak DPP PPP dan jajaran pengurus di daerah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Mardiono.(Ast/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)