CEO Runway Yakin Al Bisa Gantikan Aktor Manusia

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO perusahaan riset kecerdasan buatan (Al) Runway, Cristobal Valenzuela, menyebut Al sangat mungkin menggantikan aktor manusia. Menurut dia, fenomena tersebut bahkan sudah mulai terjadi.

Pernyataan itu disampaikan Valenzuela dalam diskusi bertajuk "Every Pixel Will Be Generated" di View Conference, Turin, Italia. Dalam sesi tersebut, seorang peserta bertanya apakah Al pada akhirnya dapat menggantikan aktor manusia.

Baca Juga
  • Agnez Mo Debut Film Hollywood, Adu Akting Sama Nicolas Cage
  • Alasan Satine Zaneta Sempat Nggak Pede Main Film Komedi
  • Anne Hathaway akan Hiatus Setelah Main Lima Film pada 2026

"Ya, tentu saja. Menurut saya, hal itu sebenarnya sudah terjadi, dalam beberapa hal. Al adalah media ekspresi baru dan media penderitaan baru," kata Valenzuela dilansir laman Variety, Selasa (20/10/2026).

Richard Kerris dari Nvidia memiliki pandangan yang lebih berhati-hati. Wakil Presiden Hubungan Pengembang sekaligus Manajer Umum bidang Media dan Hiburan Nvidia itu menilai keterampilan manusia dalam proses kreatif tetap memiliki nilai yang tidak mudah digantikan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kerris mengatakan spontanitas dan improvisasi aktor manusia tak pernah bisa dilakukan Al. la mencontohkan ketika Marlon Brando yang berimprovisasi dengan seekor kucing di lokasi syuting film The Godfather.

"Keterampilan itu adalah sesatu yang luar biasa untuk disaksikan, dan saya hanya berpikir bahwa hal seperti itu tidak akan pernah benar-benar hilang," kata Kerris.

Valenzuela tidak sepenuhnya sepakat dengan pandangan tersebut. la memperkirakan model Al akan terus berkembang dan bisa melakukan improvisasi meyerupai cara kerja aktor manusia.

"Tidak untuk saat ini, tetapi saya pikir model Al kemungkinan akan berkembang hingga mencapai titik ketika Anda dapat mengarahkannya dengan cara yang sangat mirip seperti aktor manusia," kata dia.

Pandangan Valenzuela mengenai masa depan industri film juga tertuang dalam esainya berjudul "It's All About the Pixel Economy". la memperkirakan biaya untuk menghasilkan gambar menggunakan Al akan terus turun hingga mendekati nol.

Menurutnya, suatu saat, durasi konten yang dibuat bisa sama dengan durasi yang ditonton penonton. Saat ini, pembuatan sebuah film bisa berbulan-bulam, sementara penonton hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menontonnya. Ke depan, Valenzuela membayangkan penonton bisa membuat hiburan sendiri sesuai selera mereka, dengan proses yang sama cepatnya seperti saat mereka menikmati hiburan tersebut. 

Dalam esainya yang lain, "The Cost of a Frame", Valenzuela membahas biaya pembuatan gambar berkualitas tinggi dalam industri media. la menilai produksi gambar dengan kualitas tinggi selama ini membutuhkan biaya besar. 

Menurut dia, Al mulai menekan biaya produksi tersebut. Jika teknologi ini terus berkembang, pembuatan film dengan kualitas visual tinggi bisa menjadi jauh lebih murah dibandingkan sekarang.

Perdebatan apakah Al bisa menggantikan aktor manusia memang tengah menjadi isu hangat di Hollywood. Sebelumnya, aktor asal Inggris Tom Holland menegaskan bahwa Al tidak mampu memahami pengalaman dan emosi manusia, sehingga teknologi tersebut tidak bisa menggeser kreativitas manusia.

"Kreativitas aman dari Al karena kreativitas berkaitan dengan pengalaman manusia. Ini tentang emosi, ini tentang saling memahami," kata dia seperti dilansir dari Variety, Kamis (18/6/2026).

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Suyudi soal Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe: Dalam Penyidikan Propam Polri
• 5 jam lalu
0
thumb
Mercedes-Maybach S 680 Edisi LeBron James Dilelang, Siapa Mau Beli?
• 23 jam lalu
0
thumb
Gerakan Pangan Murah Gresik Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Terjangkau
• 3 menit lalu
0
thumb
BI: Insentif "hedging" sejak Juni dukung "inflow" 9,9 miliar dolar AS
• 2 jam lalu
0
thumb
Cerita Bisnis Mount Vera Sejati, Gandeng Ratusan Petani Gunungkidul, Budidayakan Lidah Buaya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.