Harga Emas Melemah, Investor Cermati Prospek Suku Bunga The Fed

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) seiring investor mencermati peluang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) tambahan tahun ini.

Harga Emas Melemah, Investor Cermati Prospek Suku Bunga The Fed. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) seiring investor mencermati peluang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) tambahan tahun ini menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Harga emas spot turun 0,37 persen menjadi USD4.125,46 per troy ons.

Baca Juga:
Risiko Standalone MSCI, 10 Saham Ini Tawarkan Dividen Menarik

“Inflasi dan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang dihadapi emas saat ini. Obligasi Treasury AS tampaknya lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset lindung nilai untuk saat ini,” ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, seperti dikutip Reuters.

Haberkorn mengatakan level USD4.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah harga emas mampu bertahan.

Baca Juga:
Pergerakan IHSG Hari Ini Berpeluang Uji 5.328-5.458, Cek Analisa Empat Saham Berikut

Menurut dia, pergerakan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada pernyataan The Fed.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, yang menjadi kenaikan pertama sepanjang tahun ini.

Baca Juga:
Merdeka Gold (EMAS) Gelar Private Placement, Siap Terbitkan 1,47 Miliar Saham Baru

Komentar sejumlah pejabat The Fed baru-baru ini yang menunjukkan belum adanya urgensi untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.

Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 92 persen.

Harga emas saat ini masih turun sekitar 26 persen dari rekor tertingginya sebesar USD5.594,82 per troy ons pada Januari.

Harga emas juga berada sekitar 22 persen di bawah level sebelum perang Iran dimulai, ketika kekhawatiran terhadap inflasi energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkurang ketika suku bunga berada pada level tinggi.

Investor juga mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pekan depan. PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed.

Data tersebut akan menjadi petunjuk mengenai apakah tekanan inflasi masih bertahan dan bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi prospek suku bunga.

Di Jepang, Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda mengatakan inflasi yang mendasari telah “cukup dekat” dengan target 2 persen.

Pernyataan tersebut mengindikasikan masih terdapat ruang bagi BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Optimalisasi Tambahan TKD Pidie Pulihkan 66 Gampong di 9 Kecamatan
• 20 jam lalu
0
thumb
Bertemu Mentrans, Kepala BRAN Dorong Lahan Produktif untuk Sejahterakan Rakyat
• 10 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo H. S. di Mabesad
• 20 jam lalu
0
thumb
Pengacara Pastikan Ruben Onsu Sudah Kantongi Izin Yayasan Terkait Adopsi Thayaka
• 41 menit lalu
0
thumb
Gubernur NTT minta percepatan pembenahan fasilitas PON dan atlet
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.