JAKARTA, DISWAY.ID - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan seiring perkiraan fenomena El Nino yang dapat berlangsung hingga kuartal I 2027.
Pemerintah didorong memperkuat cadangan pangan, khususnya beras, serta memastikan distribusi berjalan lancar untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu mengatakan, antisipasi perlu dilakukan sejak dini dengan memanfaatkan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun banjir.
BACA JUGA:Kejagung Kembalikan Rp229 Miliar kepada Korban Indosurya, Kerugian Capai Rp8 Triliun
Hal tersebut disampaikan Marie setelah DEN melaporkan sejumlah rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan ketersediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras,” ujar Marie.
Menurut Marie, fenomena El Nino perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu produksi pertanian dan memicu kenaikan harga komoditas pangan. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan gejolak harga.
DEN juga menyarankan pemerintah melakukan operasi pasar apabila diperlukan, terutama ketika terjadi kenaikan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
BACA JUGA:Kisah Sumarni, Petani Perempuan yang Berjuang Biayai Keluarga dari Hasil Panen Palawija
“Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi,” tegasnya.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Marie menekankan pentingnya penyesuaian strategi pertanian berdasarkan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Pemerintah perlu memetakan daerah rawan kekeringan agar dapat menentukan waktu tanam dan penggunaan pompa air secara tepat.
“Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ungkapnya.






Komentar (0)