Atasi Karhutla, Satgas Gabungan Gelar OMC Dry Ice di Sumsel

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan bersama BMKG dan TNI menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Operasi yang berlangsung 16-25 Oktober 2026 ini menggunakan bahan semai dry ice.

BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Minta Karhutla Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

Semai dry ice metode untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer. Operasi dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer di lapangan dan dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam (NaCl) apabila kondisi atmosfer mulai mendukung pertumbuhan awan hujan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Thomas Nifinluri mengatakan OMC digelar menggunakan anggaran APBN Kementerian Kehutanan.

BACA JUGA: Kemenhub Perketat Pengawasan Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

Hasil sementara berdasarkan data BMKG, OMC dry ice di Sumsel terjadi penurunan konsentrasi PM atau kualitas udara 2.5 dari 660 (kategori berbahaya) di pagi hari menjadi 208 (kategori sangat tidak sehat), sore hari setelah sorti ke-2  dan visibility (jarak pandang) meningkat dari 300 meter di jam 9 pagi, menjadi 2.800 meter di sore hari.

“Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, dilaksanakan modifikasi cuaca untuk penanganan asap akibat karhutla. Pendekatan secara khusus menggunakan bahan semai dry ice ditujukan untuk menipiskan asap karhutla, dengan memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi, sehingga pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan berpotensi berkurang,” ujar Thomas, Sabtu (17/10).

BACA JUGA: Jenderal Tandyo Tegaskan TNI AD Siap Kerahkan Seluruh Potensi untuk Tangani Karhutla

Pada hari pertama pelaksanaan, OMC dilakukan melalui satu sortie penerbangan dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai dry ice di sekitar wilayah Palembang. Pada hari berikutnya, penerbangan direncanakan sebanyak dua sortie atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan atmosfer.

Thomas menjelaskan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer. Jika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, penyemaian dry ice dapat dikombinasikan dengan bahan semai garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama TNI Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kemenhut, Masyarakat Peduli Api dan Relawan.

“Upaya penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga dengan langkah-langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,” kata Dwi.

“Pelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap ini menjadi salah satu upaya pendukung yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak,” pungkasnya. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hanguskan Sembilan Gudang di Tangerang
• 4 jam lalu
0
thumb
5 Ciri-Ciri Orang yang Sulit Jatuh Cinta
• 5 jam lalu
0
thumb
Tujuh Perusahaan di Balik Kebakaran Hutan Sumatra: Dua Grup Besar dalam Pusaran
• 15 jam lalu
0
thumb
Sore Ini Massa Gelar Aksi di Tugu Tani dan Dekat IRTI Monas
• 10 jam lalu
0
thumb
Tantangan Berat PSIM: Tanpa Menang di Lima Laga, Kini Hadapi Tim Belum Terkalahkan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.