Marak Kasus Anak dalam Bahaya Akibat Kelalaian Orang Tua, Psikolog Tekankan Mindful Parenting

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog dari Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim, mengingatkan orang tua untuk mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan anak dalam setiap aktivitas. Orang tua perlu memahami skala prioritas agar kelalaian dalam pengasuhan tidak berujung pada kejadian yang membahayakan anak.

Hal ini disampaikan menyusul sejumlah kasus di mana anak berada dalam kondisi berbahaya akibat kelalaian orang tua. Salah satunya balita berusia tiga tahun yang meningga dunia setelah terjatuh dari balkon lantai lima sebuah hotel di Samarinda, saat ditinggal sendirian di kamar ketika orang tuanya sarapan.

Baca Juga
  • Melindungi Anak dari Jebakan 'Teman Maya 24 Jam' di Ruang Digital
  • Orang Tua yang Tinggalkan Anak di Tenda Gunung Prau Minta Maaf, Akui Lalai
  • Tanpa Bentakan, Ini Cara Efektif Mendidik Remaja di Era Digital Menurut Pakar

"Orang tua harus memahami skala prioritas, bahwa ketika dia membawa anak ke suatu tempat, prioritasnya adalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Dan ini yang kadang-kadang tidak diperhitungkan atau lupa untuk diperhitungkan oleh orang tua," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Selasa (20/10/2026).

Prof Rose juga menyoroti kasus balita yang ditinggal sendirian di dalam tenda saat orang tuanya mendaki menuju puncak Gunung Prau. Menurut dia, kasus ini menunjukkan bahwa orang tua belum menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Terlebih, area perkemahan merupakan lingkungan yang asing bagi anak sehingga orang tua tidak seharusya meninggalkannya tanpa pengawasan. Meski orang tua mengaku telah menitipkan anak kepada temannya yang berada di tenda sebelah, hal itu tidak serta-merta menjamin anak merasa aman dan nyaman selama ditinggalkan.

"Mungkin orang tua pikir ah cuma jalan sebentar, nanti balik lagi. Atau biasanya anak saya tidur lebih lama. Mereka lupa kalau di tempat baru, anak perlu penyesuaian jadi tidurnya mungkin tidak pulas. Jadi tidak bijak kalau orang tua meninggalkan anak begitu saja, dia tidak tahu skala prioritas," kata Prof Rose.

la menegaskan bahwa anak yang ditinggalkan oleh orang tua di tempat yang asing bisa merasa takut dan tidak nyaman. Pengalaman tersebut bahkan berpotensi menimbulkan trauma yang berdampak panjang.

"Orang tua harus tahu, anak yang takut dan kemudian trauma pada waktu ditinggal orang tua, bisa berdampak panjang juga kepada diri anak ini. Orang tua harus bisa menempatkan posisi bahwa anak yang mesti diutamakan," kata dia.

Untuk itu, menurut Rose, penting bagi orang tua menerapkan mindful parenting atau pengasuhan dengan penuh kesadaran. Caranya yaitu dengan memahami skala prioritas dan mendahulukan kebutuhan serta keselamatan anak di atas kepentingan lainnya.

Dia mencontohkan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, dan menyapu yang dapat ditinggalkan sementara ketika anak sedang sakit. "Semua pekerjaan rumah itu bisa diselesaikan nanti. Tetapi kalau anak kita terjadi sesuatu, itu menjadi masalah besar untuk kita. Jadi orang tua harus punya kemampuan untuk memilah prioritas," kata Prof Rose.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AAJI Bagikan 60 Polis Asuransi Mikro di NTT, Perluas Perlindungan
• 16 jam lalu
0
thumb
Pakar: Penentuan jumlah Wantimpres kebolehan konstitusional Presiden
• 4 jam lalu
0
thumb
Makan Enak, Harga Bersahabat! Hive Value Selection Hadir dengan Paket Nasi Ayam Bakar Rp40.000
• 21 jam lalu
0
thumb
Armuji Tantang Ranting PDIP Surabaya Kerja Nyata untuk Menangkan Pemilu 2029
• 23 jam lalu
0
thumb
Karhutla Ganggu Mobilitas, Sektor Perhotelan dan Restoran Ikut Terdampak
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.