Massa mahasiswa dari sejumlah kampus bersama elemen masyarakat membubarkan diri usai menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 15.10 WIB. Massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.40 WIB.
Dalam aksinya, massa sempat menaiki monumen Tugu Tani dan memasang spanduk berisi tuntutan. Mereka juga membacakan tuntutan dan pernyataan sikap.
Sejumlah ruas jalan sekitar Tugu Tani sempat tersendat saat aksi berlangsung. Namun usai massa membubarkan diri arus lalu lintas kembali normal.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan mahasiswa yang ikut dalam aksi hari ini di antaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.
Hafidz mengatakan peserta aksi tidak mengenakan almamater kampus. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat sipil dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas.
Lima TuntutanWakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengatakan terdapat lima tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini.
"Yang pertama adalah untuk menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional dan untuk memulihkan ekosistem di sana tentunya," kata Fathimah.
Tuntutan kedua, massa meminta pemerintah membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial. Ketiga, menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
Keempat, massa menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kelima, mereka meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan dan mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.
Dia menjelaskan, pemilihan Tugu Tani berkaitan dengan fokus tuntutan yang dinilai dekat dengan persoalan masyarakat sehari-hari, termasuk dampak karhutla dan ketimpangan sosial.
Menurut Fathimah, aksi di Tugu Tani merupakan agenda lanjutan dari rangkaian aksi yang sebelumnya telah digelar. Dia menyatakan mahasiswa akan kembali menggelar aksi apabila belum ada perubahan terhadap persoalan yang mereka suarakan.






Komentar (0)