Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengaku belum beristirahat sejak gejolak yang terjadi di pasar modal RI setelah pengumuman indeks penyedia global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Jumat (16/10).
Lembaga tersebut membuka konsultasi terkait proposal reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Setelah keputusan tersebut diumumkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok 8,01 persen hingga dibekukan sementara atau trading halt pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10).
IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Selasa (20/10).
Friderica mengatakan terus mengawal upaya reformasi dan perbaikan pasar modal, mulai dari penguatan integritas dan keterbukaan hingga penegakan aturan. “Baik itu dari sisi integritas, keterbukaan, kemudian enforcement juga terus kita tegakkan. Kemudian bagaimana kita mengajak semakin banyak orang berinvestasi di pasar modal,” kata Friderica.
Menurutnya, investor perlu membedakan fundamental pasar modal dengan sentimen yang sedang berlangsung. Ia menjelaskan, kinerja emiten pada kuartal II 2026 menunjukkan peningkatan, baik dari sisi pendapatan maupun laba.
“Kemudian kalau kita lihat struktur pasar modal kita secara kapitalisasi pasar , kemudian jumlah emiten yang tercatat, kemudian PI-nya saat ini sangat menarik,” sebut Friderica.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia yang solid menjadi salah satu fondasi bagi investor untuk menanamkan modal di dalam negeri. Ia juga menyebut pasar modal mulai menunjukkan pemulihan pada hari ini setelah mengalami gejolak pada Jumat (16/10) lalu.
“Yang penting kita terus bangun kepercayaan,” tutur Friderica.






Komentar (0)