Pemkot gandeng pemuka agama tingkatkan toleransi di Jakut

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) menggandeng pemuka agama dan tokoh masyarakat di daerah setempat untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama serta mengantisipasi potensi konflik sosial di tengah keberagaman masyarakat.

"Kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam memelihara keharmonisan di Jakarta Utara yang memiliki karakter sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat yang heterogen," kata Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Utara Muhammad Andri saat membuka kegiatan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Jakarta, Selasa.

Dia pun mengapresiasi peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam menjaga keamanan serta wilayah yang kondusif.

Menurut Andri, kolaborasi berbagai elemen masyarakat merupakan kunci dalam memelihara keharmonisan di Jakarta Utara yang memiliki karakter sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat yang heterogen.

Dia menyebutkan keberagaman itu menjadi kekuatan sekaligus tantangan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memicu disinformasi dan perselisihan di masyarakat.

Tokoh agama, kata dia, harus terus membimbing umat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memicu perpecahan.

“Masyarakat juga harus membiasakan tabayun atau memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya," ujar Andri.

Baca juga: Pemkot Jakut edukasi pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkotika

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Utara KH Sodikin Maksudi menyatakan kesiapannya untuk terus mendorong moderasi beragama hingga tingkat masyarakat.

Dia juga berharap forum silaturahmi lintas agama dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif sekaligus sarana deteksi dini untuk mencegah potensi kerawanan sosial.

"Harmoni harus dirawat melalui dialog yang berkelanjutan. FKUB bersama pemuka lintas agama berkomitmen menjaga kerukunan warga dan berkolaborasi dengan jajaran aparatur," tegas Sodikin.

Di sisi lain, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara Reza Phahlevi menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai unsur yang terdiri dari FKUB, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), majelis lintas agama, Tim Terpadu Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), serta perwakilan pengurus rukun warga (RW).

Dia menuturkan pembinaan tersebut merupakan sarana komunikasi dan evaluasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kerukunan sebagai landasan pembangunan kota.

"Berlandaskan Pancasila dan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945, kegiatan ini diharapkan memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat sehingga kerukunan tetap terjaga dan pembangunan kota berjalan lancar," pungkas Reza.

Baca juga: Pemkot Jakut sebut guru miliki peran strategis bentuk generasi bangsa

Baca juga: Walkot Jakut minta aduan masyarakat direspons dengan cepat


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gerakan Aktivis Mahasiswa Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Pettarani Makassar, Palang Truk Di Jalan
• 7 jam lalu
0
thumb
Ronald Araujo Buka Suara soal Liverpool, Jujur Akui Posisi Bek Kanan Bukan Favoritnya
• 20 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fondasi Kelembagaan HAM Menguat
• 16 jam lalu
0
thumb
Bahlil Singgung Masalah Ijazah Gibran: Bagian dari Demokrasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Datangi Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.