HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASASAR — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026).
Aksi berlangsung di pertigaan Jalan AP Pettarani–Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini. Massa membakar ban di badan jalan dan menggunakan sebuah truk boks sebagai panggung untuk menyampaikan aspirasi.
Aksi tersebut berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani. Antrean panjang kendaraan terpantau dari arah utara, tepatnya kawasan flyover, menuju selatan ke arah pertigaan Jalan Sultan Alauddin.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut harus memperlambat perjalanan akibat sebagian badan jalan digunakan untuk kegiatan demonstrasi.
Dalam orasinya, mahasiswa GAM menyoroti sejumlah persoalan yang mereka nilai perlu menjadi perhatian pemerintah setelah dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Salah satu isu yang disuarakan adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang dampak asapnya disebut telah menjangkau Makassar.
“Sampai saat ini, asap masih menyelimuti, bahkan sudah tiba di Makassar,” ujar salah seorang orator.
Selain persoalan karhutla, massa juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai belum berpihak kepada masyarakat. Kritik tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi terhadap perjalanan pemerintahan selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah mahasiswa mengenakan pakaian hitam dan atribut organisasi. Mereka berkumpul di sekitar truk boks yang dijadikan panggung orasi.
Bendera Merah Putih tampak dikibarkan di bagian depan kendaraan, sementara spanduk hitam bertuliskan Gerakan Aktivis Mahasiswa dibentangkan sebagai identitas kelompok.
Aksi tersebut dikawal sejumlah personel kepolisian dari Polsek Rappocini untuk menjaga keamanan selama penyampaian aspirasi berlangsung.
33 Titik Aksi, 3.000 Personel DisiagakanUnjuk rasa GAM di Jalan AP Pettarani merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang digelar sejumlah kelompok masyarakat di Makassar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebelumnya, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, menyebut terdapat 33 titik yang direncanakan menjadi lokasi unjuk rasa pada Selasa (20/10/2026).
Untuk mengamankan rangkaian aksi tersebut, kepolisian menyiagakan 3.000 personel gabungan. Personel berasal dari Polda Sulawesi Selatan, Polrestabes Makassar, jajaran polsek, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Jafar juga mengimbau masyarakat agar menghindari lokasi demonstrasi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Ia meminta seluruh pihak menjaga ketertiban sehingga situasi keamanan tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Pengendara yang hendak melintasi Jalan AP Pettarani dan Jalan Letjen Hertasning diimbau mempertimbangkan jalur alternatif serta mengikuti arahan petugas di lapangan.






Komentar (0)