7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan Terima Kasih dan Maaf Menurut Psikolog

beautynesia.id
3 jam lalu
Cover Berita

Beauties, kamu mungkin sudah sering mendengar dua kata ajaib dalam hidup ini, yaitu "terima kasih" dan "maaf". Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., dua kata ini menunjukkan rasa hormat dan mengomunikasikan niat baik dalam hubungan sosial.

Namun, Dr. McGeehan menggarisbawahi ketika kata-kata ini otomatis diucapkan tanpa niat yang benar-benar tulus, ada baiknya kita perlu meninjaunya kembali. Ia mengungkapkan bahwa perempuan, yang sering kali dikondisikan secara sosial untuk bersikap sopan, cenderung lebih sering menggunakan kata "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis, yang terkadang justru dapat menghambat pertumbuhan pribadi maupun profesional mereka.

"Dengan mengambil jeda sejenak, Anda bisa mempertanyakan apakah ungkapan apresiasi tersebut memang tulus, atau apakah Anda menggunakan "kesopanan" hanya untuk meredam rasa tidak nyaman, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar," tuturnya kepada Parade.

Namun, bukan berarti kita jadi berhenti bersikap sopan, Beauties. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kesopanan dengan keautentikan, sehingga rasa terima kasih benar-benar dirasakan, dan kita tidak mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksudkan.

Sebagai panduan, Dr. McGeehan menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis sering kali memiliki ciri kepribadian seperti berikut ini.

Punya Tanggung Jawab Internal yang Tinggi

Beberapa orang memiliki tanggung jawab internal yang tinggi. Mereka punya kesadaran dan dorongan yang tinggi untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Dr. McGeehan menyoroti bahwa sikap ini umumnya sering ditemukan pada anak perempuan sulung.

"Beberapa individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga agar hubungan tetap terasa nyaman dan lancar," jelas Dr. McGeehan. "Ungkapan terima kasih yang muncul secara otomatis terkadang bisa menjadi tanda adanya pola yang lebih mendalam, yaitu upaya untuk mengelola kenyamanan orang lain, padahal emosi orang lain bukanlah tanggung jawab Anda untuk diperbaiki."

(naq/naq)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di TN Way Kambas Ancam Keselamatan Satwa Liar
• 5 jam lalu
0
thumb
Ada Bocoran Harga PS6 Bisa Tembus Segini
• 5 jam lalu
0
thumb
Wamenkop Respons Persepsi Negatif Kopdes: Bukan Milik Pemerintah, tapi Masyarakat Desa
• 1 jam lalu
0
thumb
Makan Enak, Harga Bersahabat! Hive Value Selection Hadir dengan Paket Nasi Ayam Bakar Rp40.000
• 7 jam lalu
0
thumb
Borneo ingin juarai Grup D AFC Challenge League
• 56 menit lalu
0
Berhasil disimpan.