JAKARTA – Pertemuan daring antara relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menuai sorotan. Pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, buka suara terkait pertemuan itu.
Ia menjelaskan, pertemuan pada 12 Oktober 2026 itu bertujuan menyampaikan kendala yang dihadapi relawan saat bertugas di lapangan. Paulinus menyayangkan perhatian publik justru tertuju pada rekaman zoom dan rangkuman pertemuan, sementara relawan masih berjibaku memadamkan api dan menyelamatkan satwa terdampak karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
"Kita masih sibuk pemadaman, rescue satwa terdampak karhutla, lah malah ramai soal rekaman zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menteri Kehutanan," kata Paulinus melalui laman media sosialnya demanglinus, dikutip Selasa (20/10/2026).
Sementara Raja Juli yang saat itu berada di Palangka Raya, bersedia mendengarkan langsung keluhan relawan melalui pertemuan daring. Dalam pertemuan itu, relawan mengusulkan pembangunan flying camp agar tim lebih dekat dengan titik api.
Mereka juga meminta penguatan koordinasi antara relawan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan BPBD melalui posko induk di Pangkalan Bun. Menurut Paulinus, Menhut meminta jajaran balai menindaklanjuti koordinasi tersebut.
Paulinus turut menyampaikan keluhan relawan mengenai belum adanya bantuan dari perusahaan sekitar kawasan karena perusahaan itu masih menangani kebakaran di lahannya sendiri. Menanggapi laporan tersebut, Raja Juli langsung meminta direktur jenderal terkait untuk menindaklanjutinya.




Komentar (0)