JAKARTA, DISWAY.ID - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mendukung upaya pengembangan pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Langkah ini sejalan dengan komitmen PGN untuk memperluas akses energi yang praktis, efisien, dan lebih ramah lingkungan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi PGN dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi penyebarluasan informasi terkait pengaturan dan pengawasan gas bumi melalui pipa yang diselenggarakan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Anggota Komisi XII DPR RI dan PGN di Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai potensi pengembangan infrastruktur gas bumi yang dapat mendukung kebutuhan energi rumah tangga maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Dua Tahun Jadi Wapres, Harta Gibran Naik Rp395,7 Juta! Total Kekayaan Tembus Rp27,9 Miliar, Ini Rinciannnya
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Gas Bumi BPH Migas, Muhiddin, menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas), gas disalurkan langsung ke rumah pelanggan melalui jaringan pipa sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dan penggantian tabung gas secara berkala.
Pengembangan jargas juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. “Dengan adanya program jargas ini, kita akan bisa menekan impor LPG yang sampai saat ini sudah mencapai 7,5 juta ton per tahun,” ungkap Muhiddin.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. Sartono, menekankan bahwa pengaturan dan pengawasan penyaluran gas bumi melalui pipa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi, daya saing industri, kepastian investasi, serta perlindungan konsumen.
Pengembangan infrastruktur gas bumi perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari ketersediaan sumber pasokan hingga penyaluran kepada konsumen akhir, agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia juga menyoroti peluang pengembangan jaringan gas bumi di wilayah Mataraman, termasuk Kabupaten Trenggalek, dengan mempertimbangkan potensi wilayah dan kebutuhan energi masyarakat.
“Peluang pembangunan jargas perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat,” kata Sartono.
Area Head PGN Sidoarjo, Heri Frastiono, menyampaikan bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan pemanfaatan gas bumi, khususnya untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat.
Beragam produk unggulan daerah, seperti keripik tempe, alen-alen, dan produk olahan lainnya, mencerminkan aktivitas UMKM yang membutuhkan energi untuk mendukung proses produksi.
Pemanfaatan gas bumi berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber energi yang praktis dan efisien bagi pelaku usaha apabila didukung oleh kesiapan pasokan dan infrastruktur yang memadai.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)