Pantau - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menggalakkan Gerakan Roan atau kegiatan kebersihan lingkungan pondok pesantren secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah dalam rangka menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Kabupaten Pemalang, sebagai upaya meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan memperbaiki pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan keagamaan.
Taj Yasin dalam keterangannya di Pemalang, Selasa, mengatakan bahwa gerakan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih di kalangan santri.
"Gerakan ini menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, sekaligus mendorong pesantren mengelola sampah secara lebih baik," kata Wagub Taj Yasin Maimoen.
Menurutnya, kebersihan tidak cukup hanya diajarkan melalui pendidikan atau imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk para santri, untuk membiasakan diri bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama mengikuti berbagai kegiatan.
Wagub Taj Yasin Ajak Santri Kelola Sampah Menjadi Produk BermanfaatTaj Yasin menekankan pentingnya membangun kebiasaan menjaga kebersihan melalui langkah sederhana, seperti membawa dan mengumpulkan sampah masing-masing ketika menghadiri kegiatan masyarakat.
Kebiasaan tersebut juga perlu diterapkan dalam kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan berbagai aktivitas yang melibatkan banyak peserta.
Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dibuang pada tempat yang tersedia dan dipilah berdasarkan jenisnya agar dapat dikelola serta dimanfaatkan kembali.
Menurut Taj Yasin, sampah plastik memiliki potensi untuk didaur ulang atau diolah menjadi berbagai produk dan kreasi yang bermanfaat.
Sementara itu, sampah organik dapat dimanfaatkan melalui budi daya maggot yang hasilnya dapat digunakan sebagai pakan ternak.
"Yang non-daur ulang bisa dikembangkan menjadi maggot, menjadi pakan ternak. Ini semuanya harus kita olah dan dimulai dari pesantren ini," ujarnya.
Melalui pengelolaan sampah tersebut, Taj Yasin berharap pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga menjadi contoh penerapan budaya hidup bersih bagi masyarakat.
Ia menilai pembiasaan menjaga kebersihan sejak berada di lingkungan pendidikan penting dilakukan agar perilaku tersebut tertanam dalam kehidupan para santri.
"Dengan pembiasaan sejak lingkungan pendidikan, kepedulian terhadap kebersihan diharapkan tidak hanya tumbuh di kalangan santri, tetapi juga terbawa ketika mereka beraktivitas di luar pesantren," kata Wagub Taj Yasin.
Gerakan Roan Digelar Serentak di Seluruh Kabupaten dan Kota Jawa TengahKepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Saiful Mujab, menjelaskan bahwa Gerakan Roan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Untuk tingkat provinsi, pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Kabupaten Pemalang.
Sementara itu, pelaksanaan Gerakan Roan di tingkat kabupaten dan kota dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah masing-masing.
Kerja sama tersebut mencakup penentuan pondok pesantren yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kebersihan di setiap wilayah.
Melalui pelaksanaan secara serentak, Gerakan Roan diharapkan mampu memperluas penerapan budaya hidup bersih di lingkungan pesantren sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Gerakan Roan Juga Hadirkan Bantuan Sosial dan Layanan Kesehatan GratisSelain kegiatan membersihkan lingkungan pesantren, rangkaian Gerakan Roan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial bagi pesantren dan masyarakat.
Kegiatan tersebut mencakup penyaluran bantuan serta penyediaan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Pelayanan kesehatan yang disediakan meliputi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan Spesialis Keliling (Speling).
Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Agama berharap Gerakan Roan dapat mendorong terbentuknya budaya hidup bersih, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta peningkatan kesadaran terhadap kesehatan.
Gerakan kebersihan yang dimulai dari pondok pesantren tersebut juga diharapkan menjadi kebiasaan berkelanjutan yang diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pesantren diharapkan dapat menjadi pelopor gerakan kebersihan yang memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan sekaligus masyarakat di sekitarnya.





Komentar (0)