BANDAR LAMPUNG, KOMPAS - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi terbakar di sekitar Pulau Merak Besar saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2029). Percikan api diduga muncul dari buritan bagian belakang kapal, tepatnya di deck atas untuk memuat kendaraan kecil. Seluruh penumpang dievakuasi.
“Hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale dalam keterangan resmi.
Menurut dia, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pukul 14.52 WIB. Lalu, pada pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat adanya percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di deck atas untuk muat kendaraan kecil. Petugas lantas mengevakuasi para penumpang kapal.
Windy mengatakan, ASDP terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait guna memastikan proses penanganan dan evakuasi dapat berlangsung secara optimal. Hingga saat ini, pihaknya belum diketahui secara pasti penyebab insiden kebakaran tersebut.
“ASDP berkomitmen untuk mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan,” ujarnya.
Dia menambahkan, keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama ASDP. Karena itulah, pihaknya terus mengerahkan dukungan yang diperlukan dan memastikan penanganan insiden dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan aspek keselamatan.
Insiden kecelakaan kapal tersebut beredar luas di media sosial. Berdasarkan video yang beredar, api dan asap hitam terlihat membumbung tinggi dari atas kapal.
Insiden tersebut sempat memicu kepanikan para penumpang. Ratusan penumpang kapal yang mengenakan pelampung oranye dievakuasi menggunakan kapal kecil menuju Pelabuhan Merak Banten. Sejumlah kapal kecil terlihat membantu proses evakuasi penumpang. Hingga saat ini, jurnalis Kompas.id masih terus mengumpulkan informasi terkait dengan insiden kecelakaan kapal tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Maruli Ahiles Hutapea menuturkan, saat ini proses evakuasi masih berlangsung. "Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten tengah melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian," ujarnya.
Pihaknya juga masih mendata jumlah korban serta penyelidikan lebih lanjut. "Terkait jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut," katanya lagi.
Perkembangan situasi, termasuk informasi mengenai korban dan penyebab kebakaran, akan disampaikan setelah diperoleh data resmi dari petugas di lapangan.
Basarnas Banten juga menyatakan masih fokus pada upaya penyelamatan. Hingga Selasa sore, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh Basarnas Banten terkiat perkembangan proses evakuasi.
Untuk diketahui, aktivitas pelayaran kapal di Selat Sunda memang menjadi lintasan tersibuk di Indonesia. Merujuk data ASDP, volume pergerakan di lintas Merak-Bakauheni menunjukkan pertumbuhan setiap tahun. Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang kapal tercatat mencapai 11,38 juta orang. Jumlah itu meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebanyak 10,97 juta penumpang.
Jumlah kendaraan juga meningkat dari 2,72 menjadi 2,82 juta unit selama periode tahun 2024 hingga tahun 2025. Kendaraan logistik, khususnya truk meningkat cukup pesat mencapai 5,3 persen, dari 1,11 juta unit menjadi 1,16 juta unit. (Kompas.id. 14/10/2026)
Sebelumnya, insiden kapal terbakar juga pernah terjadi pada tahun 2023. KMP Royce 1 terbakar di alur Penyeberangan Merak, Provinsi Banten, ke Bakauheni, Provinsi Lampung, 6 Mei 2023.
Merujuk pemberitaan Kompas.id, KMP Royce 1 dilaporkan terbakar setelah 40 menit bertolak dari Dermaga III Pelabuhan Merak. Seluruh penumpang dilaporkan selamat. Sumber api diduga berasal dari sebuah bus yang kemudian membakar sekitar 13 unit kendaraan di dalam kapal. Saat ini, api berhasil dipadamkan dan kapal akan dievakuasi menuju Pelabuhan Merak.






Komentar (0)