Kumpulan saham-saham yang tergabung dalam IDXBUMN20 melonjak 9,63% pada perdagangan, Selasa (20/10). Kelompok ini beranggotakan 20 saham pelat merah yang terunggul dari segi kapitalisasi pasar dan likuiditasnya.
Lonjakan ini membuat IDXBUMN20 memimpin sebagai kelompok indeks dengan pertumbuhan tertinggi hari ini. Di dalamnya, saham-saham pelat merah berpesta.
Misalnya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melesat 9,84% ke level 2.790, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melonjak 9,82% ke level 3.690 dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meroket 16,38%.
Selanjutnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tumbuh 10,48% ke level 2.740, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 6,97% ke level 1.305, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak 6,27% ke level 3.050 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 8,78% ke level 3,220.
Lonjakan saham-saham pelat ini turut membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 5,65% ke level 5.278. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.307 triliun dan nilai transaksi tembus Rp 26,54 triliun.
Kenaikan indeks BUMN ini terjadi di tengah pernyataan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara yang menyebut mau menampung saham-saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kala pasar saham babak belur.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menilai koreksi pasar saham saat ini menjadi peluang investasi bagi Danantara. Menurutnya, koreksi pasar modal kali ini membuat valuasi emiten, termasuk emiten milik badan usaha milik negara (BUMN), yang saat ini sudah rendah.
Rosan mengatakan Danantara melihat investasi sebagai penempatan modal jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan dari transaksi jual beli saham dalam waktu singkat.
“Kami meyakini, melihat, dan menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan,” kata Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10).
Rosan menyebut saham perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih solid.
“Tetapi valuasinya mungkin di bawah one time price-to-book value dan ini di bawah average dari median valuasi di peers industri-nya. Belum lagi di sektor infrastruktur, sektor telekomunikasi,” ucap Rosan.
Selain itu, Rosan menyebut Danantara melihat koreksi pasar saham saat ini sebagai peluang untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Ia optimistis nilai perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat meningkat ke depannya.
Menurut Rosan, tekanan pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, rumor, dan sentimen nonfundamental, bukan persoalan fundamental perusahaan. ia meminbta pelaku pasar fokus pada fundamental dan optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia.
Rosan menyebut Danantara siap memanfaatkan momentum koreksi itu untuk berinvestasi pada saham-saham di Indonesia.
“Oleh sebab itu, kami harus tetap melihat ini sebuah opportunity, optimis dan meyakini kami siap masuk karena melihat kembali lagi ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” kata Rosan.





Komentar (0)