jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas yang menamakan diri Komite Sadar menggelar demonstrasi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Demonstrasi digelar mahasiswa saat pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tepat dua tahun memimpin Indonesia.
BACA JUGA: Polisi Perketat Penyekatan di Perbatasan Jabar saat Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
Adapun, Komite Sadar terdiri dari BEM Universitas Indonesia (BEM UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) dan Universitas Padjadjaran, hingga BEM Universitas Diponegoro.
Selain itu, Komite Sadar terdiri dari BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan BEM Universitas Brawijaya.
BACA JUGA: Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Kritisi Kegagalan Penanganan Karhutla
Tampak, puluhan mahasiswa datang dengan membawa berbagai spanduk dan poster dalam demonstrasi kali ini.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menyebut demonstrasi pada Selasa ini membawa lima tuntutan.
BACA JUGA: Ini Rute Alternatif Menghindari 6 Lokasi Demo 20 Oktober
Pertama, kata dia, Komite Sadar menuntut pemerintah menetapkan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional dan memulihkan ekosistem wilayah yang sama.
"Membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial yang sampai hari ini kita masih lihat," kata Fatimah mengungkap tuntutan kedua, Selasa.
Ketiga, kata dia, Komite Sadar menuntut pemerintah menghentikan penyempitan ruang sipil.
"Militerisasi yang sebetulnya ini juga tuntutan yang sudah cukup sering kami bawa, ya, sebetulnya, tetapi masih harus kami bawa lagi, karena rasanya belum terlalu ada perubahan begitu, ya," lanjut Fatimah.
Komite Sadar juga menuntut pemerintah memberantas KKN yang dianggap peserta aksi dalam kondisi mengkhawatirkan.
"Kelima menuntut pemerintah menurunkan biaya pendidikan dan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat," ujarnya.
Fatimah menjelaskan aksi di Tugu Tani ini memang berbeda dibandingkan demonstrasi mahasiswa yang biasanya dilaksanakan di Bundaran HI.
Sebab, kata dia, tuntutan aksi satu di antaranya terkait karhutla yang berdampak ke rakyat dan Tugu Tani melambangkan masyarakat.
"Kami merasa bahwa Tugu Tani ini punya simbol yang paling sempurna untuk ini, karena yang kami tuntut hal-hal yang betul-betul dirasakan oleh rakyat sebenarnya secara langsung begitu," ujar dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertemu Ketua DPR Australia, Fraksi Demokrat Dukung Penguatan Hubungan Bilateral
Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)