IHSG Melonjak 5,65 Persen ke 5.278,89, Investor Mulai Borong Saham

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 5,65 persen pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah mengalami koreksi tajam selama dua hari sebelumnya.

Penguatan ini didorong aksi beli investor terhadap saham-saham yang harganya telah turun cukup dalam atau dikenal sebagai bargain hunting.

IHSG ditutup naik 282,28 poin ke level 5.278,89. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan menguat 41,89 poin atau 8,58 persen ke posisi 530,35.

Elandry Pratama pengamat pasar modal mengatakan, kenaikan IHSG lebih mencerminkan technical rebound, yakni pemulihan harga saham setelah mengalami penurunan tajam.

Investor mulai memburu saham-saham berkapitalisasi besar yang dinilai telah terkoreksi cukup dalam.

“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong oleh technical rebound setelah koreksi yang sangat tajam dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Investor mulai melakukan bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar yang harganya sudah terkoreksi cukup dalam,” ujar Elandry dilansir dari Antara.

Selain aksi beli investor, langkah BEI mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.

Meski demikian, Elandry mengingatkan bahwa penguatan indeks belum menunjukkan risiko pasar sepenuhnya mereda.

Dari sisi sektoral, saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu penopang utama IHSG.

Saham-saham tersebut memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks sehingga pemulihannya memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG.

Namun, menurut Elandry, investor masih perlu mencermati apakah penguatan dapat meluas ke lebih banyak sektor dan saham.

Pergerakan yang lebih merata diperlukan agar pemulihan pasar tidak hanya ditopang oleh sejumlah saham unggulan.

Ia menilai investor masih cenderung berhati-hati, terutama investor global yang sensitif terhadap persoalan transparansi kepemilikan saham, free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan di publik, serta potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.

Di sisi lain, investor domestik berpeluang memanfaatkan koreksi harga untuk mengakumulasi saham secara selektif.

Meski sentimen pasar mulai membaik, arus dana asing dan keberlanjutan penguatan saham unggulan masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah IHSG selanjutnya.

Elandry juga menyoroti peran pemerintah dan regulator dalam merespons gejolak pasar serta memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar modal. Langkah-langkah tersebut dinilai dapat memengaruhi kepercayaan investor.

Menurutnya, penguatan IHSG kali ini lebih tepat dipandang sebagai respons jangka pendek setelah tekanan jual besar, bukan semata-mata dikaitkan dengan momentum dua tahun pemerintahan.

“Untuk membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, pasar membutuhkan implementasi reformasi yang konsisten, kepastian kebijakan, stabilitas makroekonomi dan perbaikan capital flow,” ujar Elandry.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah sebelum berbalik ke zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks bertahan di wilayah penguatan sampai perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mencatat kenaikan. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan sebesar 6,97 persen, disusul sektor barang baku yang naik 6,42 persen dan sektor infrastruktur sebesar 5,62 persen.

Sejumlah saham dengan kenaikan terbesar antara lain ATLA, BBSS, PNSE, SHID, dan SOTS. Sebaliknya, saham AMMS, LUCY, HBAT, IDEA, dan WIDI masuk dalam kelompok saham yang mengalami penurunan terbesar.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,47 juta kali transaksi dengan volume 54,83 miliar saham senilai Rp26,47 triliun. Sebanyak 694 saham menguat, 111 saham melemah, dan 158 saham tidak berubah.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia cenderung bervariasi. Indeks Nikkei Jepang melemah 1,16 persen ke posisi 64.164,00, Kospi Korea Selatan turun 3,73 persen ke 5.552,74, dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,32 persen ke 23.867,74.

Di sisi lain, indeks Shanghai China menguat 0,12 persen ke 3.735,37, sedangkan Strait Times Singapura melemah 0,34 persen ke 5.393,48. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hal Gratis yang Bisa Kamu Nikmati saat Liburan di Jepang
• 13 jam lalu
0
thumb
Persija Women Tak Puas Raih Hasil Imbang, sang Pelatih Soroti Perbedaan Kualitas Pemain Asing
• 3 jam lalu
0
thumb
Perang Iran Tekan Ekonomi AS, Dukungan untuk Trump Anjlok ke 31 Persen
• 10 jam lalu
0
thumb
Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?
• 18 jam lalu
0
thumb
BRIN Miliki Tiga Kandidat Vaksin Malaria, Ditargetkan Bisa Beredar dalam 2 Tahun
• 23 menit lalu
0
Berhasil disimpan.