Viral Dokter di Kota Bandung Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri sejak Usia 3 Tahun hingga Menderita Gonore

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kota Bandung mendadak menjadi sorotan nasional dan viral di berbagai platform media sosial.

Peristiwa memilukan ini turut diunggah secara luas melalui akun Instagram resmi Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, setelah memicu gelombang keprihatinan serta kecaman yang mendalam dari masyarakat luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram Atalia, korban merupakan seorang balita perempuan yang masih berusia sekitar 3 tahun.

Ia diduga kuat menjadi korban pencabulan oleh ayah kandungnya sendiri, yang ironisnya berprofesi sebagai seorang tenaga medis atau dokter di daerah tersebut.

Akibat perbuatan keji yang diduga dilakukan secara berulang-ulang itu, korban dilaporkan menderita infeksi menular seksual berupa gonore yang memperkuat indikasi kekerasan seksual yang dialaminya.

"Astagfirullah hal ‘adzim… Saya dan tim @jabarbantuanhukum menerima aduan langsung dari seorang ibu yang anaknya diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sendiri yang berprofesi sebagai dokter," tulis Atalia dikutip dari @ataliapr pada Selasa (20/10/2026).

"Dengan bukti rekam medis atau visum robekan, kemerahan, hingga infeksi bakteri penyakit menular seksual (Gonore)," lanjutnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mendengarkan pernyataan dari ibu kandung korban pencabulan oleh ayahnya sendiri di Kota Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • Instagram/ataliapr

Dalam unggahan di akun Instagram tersebut, Atalia Praratya tampak melakukan perbincangan mendalam secara langsung dengan ibu kandung korban untuk mendengarkan kronologi kejadian secara utuh.

Sang ibu memaparkan fakta yang sangat memilukan, di mana korban sempat memperagakan kembali berbagai tindakan tidak senonoh yang dialaminya serta yang ia tonton melalui konten di akun TikTok milik ayah kandungnya yang diduga menjadi pelaku pencabulan.

"Si anak memeragakan adengan (pencabulan yang dialaminya) ke aku (ibunya)," ujar ibu korban kepada Atalia.

Tindakan polos dari anak balita yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh tersebut sontak membuat sang ibu terkejut, terpukul, dan menyadari bahwa buah hatinya telah mengalami pelecehan yang merusak masa kecilnya.

Saat sang anak sedang memeragakannya dan ayahnya melihat, pria itu berdalih bahwa apa yang diperagakan oleh anaknya bukanlah tindakan asusila, melainkan sebuah metode atau cara melakukan prosedur napas buatan dalam dunia medis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gunung Sumbing, Petugas Gabungan Evakuasi 152 Pendaki, Polisi: Semua Sehat
• 3 jam lalu
0
thumb
Kenaikan Muka Air Laut Ancam Permukiman Warga Pesisir Gorontalo
• 9 jam lalu
0
thumb
Massa Aksi Padati Monas hingga DPR Besok, Warga Diminta Cari Jalan Lain
• 20 jam lalu
0
thumb
Editorial MI: Saatnya Bikin Koruptor Ciut Nyali
• 12 jam lalu
0
thumb
Heboh Haji Isam Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri, BEI Akui Tidak Bisa Ikut Campur
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.