Perempuan di AS Ditangkap Polisi Gegara Halangi Robot Kurir Uber

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Polisi Philadelphia, Amerika Serikat, menangkap Carolyn Marvin setelah ia menghalangi robot kurir Uber dan menolak menyingkir. Marvin menyebut aksinya sebagai bentuk protes terhadap penggunaan robot yang menurutnya menggantikan pekerjaan kurir manusia.

Kejadian itu berlangsung di blok 1200 Filbert Street, dekat Reading Terminal Market. Polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai keributan yang melibatkan Marvin dan robot tersebut. Rekaman peristiwa itu kemudian menarik perhatian di media sosial.

Menurut polisi, Marvin berulang kali menghalangi jalur robot dan mengabaikan beberapa perintah petugas untuk berpindah. Petugas kemudian memborgol dan menangkapnya dengan tuduhan mengganggu ketertiban (disorderly conduct).

Marvin mengatakan tindakannya bertujuan memprotes dampak otomatisasi terhadap pekerja kurir. Ia mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa setiap kali bertemu robot di jalan.

"Saya tahu mereka (robot) mengambil pekerjaan kurir manusia," kata Marvin kepada media lokal ABC13.

Ia menjelaskan bahwa bentuk protesnya adalah berdiri di depan robot agar perangkat tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pernyataan itu merupakan penilaian Marvin mengenai dampak robot terhadap pekerjaan kurir.

Insiden ini juga bukan pertemuan pertama Marvin dengan robot pengantar yang menarik perhatian publik. Aksinya menghadang robot di kawasan Broad Street turut beredar di media sosial pada September 2026.

Meski polisi telah menangkapnya, Marvin menyatakan akan melanjutkan protes. Ia menilai demonstrasi di trotoar merupakan bagian dari hak menyampaikan pendapat yang dilindungi Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Robot pengantar semakin sering terlihat di pusat kota Philadelphia dan telah memicu penolakan. Dalam insiden terpisah pada awal tahun ini, seseorang menendang sebuah robot hingga terguling di kawasan Center City.

Penangkapan Marvin menambah sorotan terhadap dampak teknologi otonom pada pekerjaan. Kekhawatiran tersebut mencakup robot pengantar, taksi tanpa pengemudi, hingga agen kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas tertentu. Marvin berharap perhatian terhadap aksinya mendorong pembicaraan publik mengenai robot pengantar, AI, dan peran teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Survei Indopol: Meutya Menteri Perempuan Menonjol, Amran Teratas soal Kinerja
• 39 menit lalu
0
thumb
Menko Muhaimin Iskandar: Bansos Hanya Sementara, Kemandirian Masyarakat Jadi Tujuan Utama
• 11 jam lalu
0
thumb
Alhamdulillah, Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama di Usia 19 Tahun
• 24 menit lalu
0
thumb
PM Prancis Minta Daerah Terapkan Jam Malam Buntut Demo Ricuh
• 21 jam lalu
0
thumb
Provinsi Alberta Tolak Berpisah dari Kanada, Kemenangan Besar bagi PM Carney
• 59 menit lalu
0
Berhasil disimpan.