Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Senin (19/10) kemarin. Berdasarkan data Stockbit pukul 09:00 WIB, IHSG dibuka di level 4.961,88 atau turun 4,31%.
Bahkan, sebelumnya pada Jumat (16/10), IHSG mengakhiri perdagangan dengan terjun 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11. IHSG pada Jumat (16/10) juga diwarnai trading halt usai anjlok 8% saat pembukaan perdagangan.
“Berdasarkan indikator teknikal, sinyal dari kedua Stochastics K_D dan RSI menunjukkan momentum negatif, meskipun volume perdagangan mengalami peningkatan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (19/10).
Menurutnya, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan tertekan atau bearish bias, seiring sentimen negatif dari MSCI yang mengusulkan reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ketidakpastian tersebut berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing dan investor institusi yang sensitif terhadap perubahan klasifikasi indeks global.
Meski begitu, per Selasa (20/10), IHSG terlihat kembali menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada penutupan perdagangan sesi I. Penguatan ini dinilai sebagai sinyal awal positif bagi pasar saham.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan penguatan IHSG menunjukkan langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mendapat respons positif dari pelaku pasar.
Namun, kenaikan tersebut juga berpotensi dipengaruhi aksi beli kembali pada saham-saham berkapitalisasi besar setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.
“Namun, kenaikan ini belum bisa langsung diartikan bahwa kebijakan HSC sudah sepenuhnya efektif memulihkan kepercayaan investor,” kata Elandry kepada kumparan, Selasa (20/10).
Lantas, apakah kamu masih berani berinvestasi saham di tengah IHSG yang bergejolak? Sampaikan jawaban kamu dalam polling kumparan di bawah ini. Sampaikan juga pengalaman kamu di kolom komentar.






Komentar (0)