Militer Korsel perintahkan respons tegas atas provokasi Korut

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Dhaka (ANTARA) - Pimpinan militer tertinggi Korea Selatan memerintahkan pasukan untuk menanggapi dengan tegas segala bentuk provokasi Korea Utara.

Instruksi tersebut dikeluarkan pada Selasa, sehari setelah Korut mengancam akan menambah penempatan senjata dan kembali menyiarkan propaganda di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat.

Ketua Dewan Kepala Staf Gabungan (JCS), Jenderal Jin Yong-sung, mengeluarkan arahan tersebut saat mengunjungi sebuah unit militer di garis depan wilayah tengah, menurut Kantor Berita Yonhap.

Jin membantah tudingan Korut yang menyatakan Korsel bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan pasca-ledakan ranjau darat pada 21 September lalu, yang melukai tiga tentara Korea Selatan.

Baca juga: Korsel tegaskan terus berjuang pulihkan dialog dengan Korut

Dia mengatakan upaya Korut untuk menggambarkan operasi militer Korsel yang sah sebagai tindakan provokatif adalah hal yang tidak dapat diterima.

Jin juga memerintahkan pasukannya untuk menanggapi dengan tegas terhadap setiap provokasi dan pelanggaran perjanjian gencatan senjata, termasuk penyusupan Garis Demarkasi Militer.

Pada Senin (19/10), Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, memperingatkan bahwa pihaknya dapat kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara dan mengerahkan tambahan senjata serang taktis tambahan di sepanjang perbatasan.

Kim Yo Jong menuduh Korsel menggunakan tembakan peringatan dan siaran untuk menghalangi pekerjaan penguatan perbatasan yang dilakukan Korut.

Baca juga: Korsel janji terus upayakan untuk mewujudkan damai dengan Korut

Jin menyebut ledakan pada September lalu, yang melibatkan ranjau antipersonel yang dipasang Korut, ialah bentuk provokasi yang jelas sekaligus pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.

Insiden tersebut meningkatkan ketegangan di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea.

Kedua negara secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian perdamaian resmi.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Korea Utara uji tembak rudal jelajah dari kapal selam


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelda Syahrir Aniaya Istri Usai Dipergoki Selingkuh di Kalteng Diperiksa
• 3 jam lalu
0
thumb
Tantangan Berat PSIM: Tanpa Menang di Lima Laga, Kini Hadapi Tim Belum Terkalahkan
• 4 jam lalu
0
thumb
Kasus Korupsi BNPB, KPK Sita Perhiasan hingga Tiga Unit Mobil Usai Penggeledahan
• 8 jam lalu
0
thumb
NEA Singapura Rilis 10 Perusahaan RI yang Diduga Terlibat Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
• 8 jam lalu
0
thumb
Bahlil Bicara Target Golkar di 2029: Tambah Kursi Parlemen, Dukung Penuh Prabowo
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.