REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat kepolisian mengevakuasi enam aktivis Greenpeace yang membentangkan spanduk berukuran besar di Monumen Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Enam aktivis itu terdiri dari dua orang perempuan dan empat orang laki-laki.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan aksi pemasangan spanduk itu dilakukan oleh enam aktivis Greenpeace pada Selasa sekitar pukul 06.05-06.15 WIB. Setelah mendapatkan laporan, polisi bersama TNI dan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kemudian mengimbau para aktivis itu untuk turun dari Monumen Selamat Datang Bundaran HI.
Baca Juga
Imigrasi Pastikan Nusron Wahid ke Luar Negeri Pekan Lalu, ke Singapura Via Batam
Kapolri Ungkap Dugaan Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Karhutla Indonesia, Ada dari Tetangga
Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk Meski Asap Karhutla Menjauh, Ini Langkah Pemprov
"Kami dari jajaran kepolisian, Kodim 0501/Jakarta Pusat, dan Pemda DKI khususnya dari wilayah Kota Jakarta Pusat, memberikan imbauan-imbauan dengan mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang," kata dia, Selasa siang.
Ia menyatakan, imbauan itu dilakukan atas dasar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Menurut dia, polisi harus memberikan pelayanan terbaik, memberikan pelayanan untuk rasa aman dan nyaman, serta melindungi masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum. Terlebih, aksi itu dilakukan di kawasan yang masuk kategori cagar budaya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Reynold menyebutkan, kawasan Bundaran HI sebagai cagar budaya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024. Karena itu, semua pihak wajib menjaga dan merawat kawasan tersebut.
"Kita ketahui bersama, silakan untuk rekan-rekan menyampaikan pendapat di muka umum namun jangan cederai perjuangan-perjuangan aspirasi rekan-rekan," kata dia.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung. - (Republika/Thoudy Badai)
Menurut Reynold, pihaknya ikut membantu proses evakuasi para aktivis turun dari Monumen Selamat Datang Bundaran HI. Pasalnya, terdapat aktivis yang sudah dalam kondisi lemas ketika berada di atas monumen.
"Yang pertama tadi turun adalah seorang wanita dengan keadaan yang cukup memprihatinkan," kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyediakan unit Dokkes Polda Metro Jaya dan enam ambulans untuk penyelamatan evakuasi. Menurut dia, saat ini enam aktivis tersebut dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan penanganan.
"Keenam orang tersebut saat ini mendapat perawatan intensif, langsung dibawa ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya," kata dia.
Reynold mengaku belum bisa memastikan tindak lanjut atas peristiwa tersebut. Menurut dia, saat ini pihaknya masih fokus terkait keselamatan para aktivis Greenpeace yang melakukan aksi di Bundaran HI.
"Saat ini tentu yang kami utamakan adalah keselamatan jiwa, raga dari teman-teman Greenpeace yang enam orang itu," ujar dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)