Sebanyak 6 relawan menjadi korban saat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Lima orang dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang luka.
Satu orang luka itu bernama Suraji. Ia seorang pegawai hotel yang menjadi relawan dalam pemadaman karhutla tersebut. Kini, Suraji masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, mengatakan Suraji mengalami luka bakar sekitar 49 persen. Kini, ia memerlukan alat bantu napas dalam perawatannya.
"Tuan S, 44 tahun, saat ini dirawat di ROI (Ruang Observasi Intensif) dengan luka bakar sekitar 49% dari luas tubuh. Saat ini beliau masih memerlukan bantuan mesin untuk bernapas," kata Niken saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).
Niken menjelaskan beberapa masalah kesehatan yang sedang ditangani pihak rumah sakit pada Suraji.
"Infeksi berat akibat luka bakar, rendahnya kadar protein darah, dan adanya infeksi pada paru," ucapnya.
Dalam penanganannya, pihak rumah sakit memberikan tambahan protein melalui infus serta tata laksana infeksi dengan pemberian antibiotik.
"Kondisi beliau masih memerlukan pemantauan dan perawatan intensif," kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 6 orang terjebak dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan peristiwa ini bermula saat ada informasi kebakaran di kawasan tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebanyak 12 relawan kemudian berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Kurang lebih 12 orang yang terdiri dari petugas TNBTS, kemudian anggota Masyarakat Peduli Api dan karyawan hotel, ini berangkat menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman karena adanya informasi terkait kebakaran hutan dan lahan," kata Jules di Mapolda Jatim, Kamis (15/10).
Kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, beberapa petugas yang berada di lokasi mendapat informasi bahwa 6 rekannya terjebak di tengah kobaran api.
"Ada rekan-rekannya yang bersama-sama juga meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan adanya kepulan asap yang cukup pekat," ucapnya.
"Namun ketika beberapa rekan maupun petugas TNBTS yang tiba di lokasi, menemukan rekannya ternyata ada tiga yang mengalami meninggal dunia dan tiga mengalami luka bakar," lanjutnya.
Lalu, satu korban petugas TNBTS bernama Hendra yang sebelumnya menderita luka serius akhirnya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.30 WIB.
Berikut identitas korban:
Korban luka:
1. Suraji (Artotel)
Korban meninggal:
1. Sukaris (TNBTS)
2. Wisnu (Artotel)
3. Sefril (Artotel)
4. Hendra Rony W (TNBTS)
5. Munawi (MMP TLP)






Komentar (0)