Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat realisasi investasi yang masuk senilai Rp 3.923,2 triliun sepanjang dua tahun pemerintah Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Nilai ini setara 30% dari target investasi 2025-2029 sebesar Rp 13.032 triliun.
Nilai investasi ini terhitung sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026. Terdiri atas Rp 1.924,5 triliun dari hasil penanaman modal asing (PMA) dan Rp 1.998,7 triliun penanaman modal dalam negeri atau PMDN.
“Jadi kami tidak menghitung dari awal tahun, tapi adalah dari triwulan IV 2024, tahun 2025 tahun penuh, 2026 hanya sampai triwulan ketiga. Jumlah yang di investasi yang masuk, total 3.923,2 triliun,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (19/10).
Rosan menyampaikan sebaran investasi mayoritas berada di luar Pulau Jawa dengan Rp 2.031 triliun atau 51,8%. Sedangkan nilai investasi di Pulau Jawa sejumlah Rp 1.892,2 triliun atau 48,2%.
“Penyerapan tenaga kerjanya (selama dua tahun) mencapai 5,48 juta orang,” ujarnya.
Rosan menyebut total investasi dalam dua tahun pemerintahan Prabowo ini berhasil mencapai target yang telah ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Meski tercapai, dia menyebut untuk meraih angka tersebut pemerintah harus melakukan jemput bola dan mendengarkan masukan agar iklim investasi dan industri RI makin meningkat.
“Karena kami inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi, dari hilirisasi, kemudian industrialisasi,” ucapnya.
Pada 2024 jumlah kontribusi investasi dari hilirisasi hanya mencapai 26%, namun pada kuartal ketiga tahun ini angkanya meningkat menjadi 35%.
CEO Danantara ini juga mengatakan pemerintah akan terus mendorong peningkatan investasi yang semakin berkualitas dan memberikan dampak positif untuk penyerapan tenaga kerja.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat capaian realisasi investasi senilai Rp 465,2 triliun sepanjang kuartal III atau Juli-September 2026. Investasi triwulan ketiga tahun ini meningkat 7,6% dari periode yang sama tahun lalu.
Jumlah tersebut terdiri atas Rp 270,2 triliun dari hasil PMA dan Rp 258,5 triliun PMDN. Rosan Roeslani menyampaikan sebaran investasi mayoritas berada di luar Pulau Jawa dengan Rp 271,6 triliun atau 51,4%. Sedangkan nilai investasi di Pulau Jawa sejumlah Rp 257,1 triliun atau 48,6%.
“Capaian realisasi investasi triwulan ketiga 2026 itu mencapai Rp 528,7 triliun sehingga total investasi dari Januari sampai September 2026 adalah Rp 1.539,2 triliun atau mencapai 75,4% dari target,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (16/10).





Komentar (0)