Pengacara: Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Hingga Kena Penyakit Kelamin

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seorang dokter di Bandung diduga mencabuli anak kandung berusia 3 tahun hingga tertular penyakit kelamin gonore. Kasus tersebut saat ini telah dilaporkan ke kepolisian dan ditangani oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Barat.

Kuasa hukum korban dari Jabar Bantuan Hukum Debi Agusfriansa mengatakan peristiwa tersebut terungkap saat ibu korban berinisial MS didatangi oleh anaknya dan memeragakan adegan dewasa. Dengan rasa kaget, ia mengatakan ibu korban menanyakan kepada anaknya bagaimana bisa mengetahui hal itu.

Baca Juga
  • Viral Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah
  • Alasan Imigrasi Belum Cekal Nusron Wahid: Belum Ada Permintaan dari Penegak Hukum
  • Khalid Basalamah Bersaksi di Sidang Korupsi Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut

"Anaknya menjawab tahu dari handphone papa. Lalu selang beberapa hari anaknya merasakan sakit untuk buang air kecil, lalu ditanya sama ibunya dan ibunya cek di kemaluan sang anak dan ditemukan luka lebam," ucap dia saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Selanjutnya, ibu korban membawa anaknya ke dokter dan ditemukan luka robekan di kemaluan anaknya. Kemudian, anaknya bercerita ayahnya berinisial IS pernah memasukan jarinya ke kemaluan sang anak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Setelah itu dokter menyarankan untuk visum. Akhirnya ditemukan juga penyakit kelamin gonore," kata dia.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tim gabungan gelar razia narkoba di tempat hiburan malam Semarang
• 11 jam lalu
0
thumb
China Wanti-wanti Warganya yang Hendak ke Prancis Usai Demo Rusuh
• 17 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi Tekankan Keamanan Digital Lewat PP TUNAS hingga Etika & Peta Jalan AI
• 5 jam lalu
0
thumb
Seskab Teddy ungkap realisasi investasi capai Rp3.923 triliun
• 9 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Beragam usai Houthi Serang Infrastruktur Arab Saudi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.