JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendengar dan menindaklanjuti aspirasi peserta demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (20/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ketika mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil berencana menggelar aksi di sejumlah kawasan Ibu Kota.
Pramono berharap penyampaian pendapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Namun, dia juga menekankan pentingnya aspirasi yang dibawa peserta aksi agar dapat direspons oleh pemerintah.
"Dengan demikian saya berharap betul bahwa demonstrasi yang berlangsung hari ini mudah-mudahan berlangsung dengan aman, nyaman, tertib, dan apa yang menjadi aspirasi bisa diantisipasi ataupun dijalankan oleh pemerintah yang ada," kata Pramono, Selasa, dikutip dari Antara.
Pramono pun mengaitkan harapannya dengan momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Hari ini adalah dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wapres Gibran. Tentunya, saya sebagai Gubernur Jakarta bersama Pak Wagub berharap, berkeinginan bahwa aksi ataupun demonstrasi yang diadakan berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman," ujarnya.
Baca Juga: Detik-Detik Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Atas Patung Bundaran HI, Diminta Polisi Copot
Aksi di Sejumlah KawasanDemonstrasi pada Selasa dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB di enam kawasan Jakarta, yakni sekitar Monumen Nasional (Monas), Tugu Tani, Gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil juga berencana menggelar aksi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Kelompok yang disebut akan terlibat antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), BEM Seluruh Indonesia, serta Komite Sadar atau Selamatkan Daulat Rakyat.
Aksi di kawasan Tugu Tani diperkirakan diikuti sekitar 500 orang. Isu yang diangkat mencakup krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan mahalnya biaya layanan publik.
Pada hari yang sama, Pramono juga menanggapi aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan dua spanduk raksasa berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup di kawasan Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Pramono menyatakan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan kritik, tetapi mengingatkan agar aksi tidak mengganggu ketertiban umum.
"Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," katanya.
Spanduk tersebut telah diturunkan oleh petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.
Pramono berharap spanduk segera diturunkan agar ketertiban di Jakarta tidak terganggu.
Baca Juga: Polisi Sebut Hanya 2 dari 47 Elemen Massa Sampaikan Pemberitahuan Aksi: BEM UI dan Univ Jayabaya
Untuk mengantisipasi dampak demonstrasi terhadap mobilitas warga, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 petugas untuk membantu mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi gangguan kelancaran lalu lintas selama aksi berlangsung.
Layanan angkutan umum, termasuk Transjakarta, MRT, dan LRT, tetap beroperasi normal. Namun, operasional Transjakarta dapat disesuaikan apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan aksi diimbau menyesuaikan waktu perjalanan dan memantau informasi lalu lintas. Pengguna jalan juga perlu mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus di lapangan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Pramono
- demo Jakarta
- demonstrasi mahasiswa
- Prabowo-Gibran
- aspirasi demonstran
- Pemprov DKI Jakarta






Komentar (0)