REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harakah Majelis Taklim (HMT) meluncurkan delapan modul pembelajaran keagamaan yang dirancang untuk memperkuat pendidikan perempuan sekaligus menjawab persoalan aktual di tengah masyarakat.
Materi yang disusun dalam delapan buku tersebut mencakup dasar-dasar keislaman hingga isu pinjaman online, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengasuhan anak, dan literasi digital.
Baca Juga
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Ini Rahasia di Balik Warna-warni Alam dari Tumbuhan, Bebatuan, hingga Gunung Menurut Alquran
Peluncuran Modul Taklim Harakah Majelis Taklim itu dilakukan dalam rangka peringatan milad ke-8 HMT yang dirangkai dengan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat, Ahad (18/10/2026), dan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari perwakilan HMT berbagai wilayah Indonesia.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Pembina Pengurus Pusat HMT, Ida Fauziyah mengatakan, modul tersebut disusun agar kegiatan belajar di majelis taklim memiliki materi yang lebih terarah dan terukur.
Dengan demikian, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk mendapatkan pemahaman dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari.
"Memang majelis taklim ini adalah pendidikan nonformal yang tidak punya kewajiban untuk membuat kurikulum pengajaran, tapi akan lebih indah kalau proses taklim yang kita lakukan kita punya standar pengajarannya, kita bisa mengukur output dari proses taklim yang kita ajarkan," ujar Ida dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Delapan buku dalam modul tersebut membahas akidah, ibadah, muamalah, akhlak terpuji, akhlak tercela, tazkiyatun nafs, munakahat, serta isu aktual.
Materi itu disiapkan sebagai panduan bagi para pengasuh dan jamaah majelis taklim, sekaligus membantu para ustazah menyampaikan pembelajaran secara lebih sistematis.
Pembahasan isu aktual menjadi salah satu bagian penting dalam modul tersebut. Persoalan pinjaman online, KDRT, pengasuhan anak dalam perspektif Islam, hingga literasi digital dimasukkan agar pembelajaran agama dapat bersinggungan langsung dengan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Komentar (0)