JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menepis dugaan sabotase di balik peristiwa blackout atau pemadaman listrik yang melanda Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026).
Suroso mengatakan penyebab gangguan listrik tersebut masih diteliti lebih lanjut. Namun, ia memastikan gangguan yang terjadi telah tertangani.
Pernyataan itu disampaikan Suroso kepada wartawan, Selasa (20/10/2026), saat ditanya mengenai kemungkinan sabotase di balik pemadaman listrik di wilayah Batam dan Bintan.
Baca Juga: Usai Ketemu Prabowo! Dirut PLN-Rosan Ungkap Arahan Presiden soal Transformasi PLN-Blackout di Batam
"Saya kira tidak sampai perkiraan sabotasenya. Pokoknya sedang diteliti lebih lanjut. Tapi, yang jelas sudah selesai, terima kasih kesigapannya," kata Suroso.
PLN Kaji Kompensasi bagi Pelanggan TerdampakLebih lanjut, Dirut PLN juga menanggapi mengenai kemungkinan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak blackout Batam.
Terlebih, turut disinggung mengenai keberadaan pusat data (data center) dan berbagai industri di wilayah terdampak akibat gangguan listrik.
Suroso mengatakan pemberian kompensasi akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk batas toleransi gangguan listrik.
"Nanti dilihat dari ketentuannya karena kan sesuai peraturan yang ada, kompensasi setelah melewati batas toleransi," ujarnya.
Baca Juga: PLN Batam Sebut Kompensasi Pelanggan Terdampak Blackout Diberikan Otomatis di Tagihan November
Blackout Batam terjadi pada Senin (12/10/2026), mulai sekitar pukul 06.30 WIB. Pemadaman melanda sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Sagulung, dan Sekupang.
Hingga sekitar pukul 12.00 WIB pada hari kejadian, gedung DPRD Batam dan Kantor Wali Kota Batam masih mengalami pemadaman dan menggunakan generator set (genset).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan saat itu mengatakan pelayanan tatap muka di lingkungan Pemerintah Kota Batam tetap berjalan. Namun, layanan berbasis online atau aplikasi mengalami kendala akses.
PLN Batam kemudian menyatakan pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya.
Pada hari kejadian, Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama mengatakan penyebab gangguan masih belum diketahui. PLN saat itu memprioritaskan pemulihan sistem dan penormalan seluruh jaringan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada 12 Oktober 2026 menyatakan akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengecek gangguan kelistrikan di Batam.
Baca Juga: Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN yang Baru, Gantikan Darmawan Prasodjo
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- PLN Batam
- Blackout Batam
- Suroso Isnandar
- Dirut PLN
- Kompensasi Listrik
- Kepulauan Riau






Komentar (0)