Warna-warni Bintang Katai Putih

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Sesuai namanya, warna bintang katai putih sejak pertama kali ditemukan adalah putih. Namun, temuan terbaru menunjukkan warna bintang katai putih itu beragam, mulai dari hijau, merah muda, sian atau biru kehijauan, kuning, hingga ungu. Warna-warni bintang katai putih itu ditentukan berdasarkan kelimpahan unsur kimiawinya dan benda-benda kosmik yang ditelannya.

Warna bintang adalah indikator dari suhu di permukaannya. Bintang dengan temperatur lebih rendah akan berwarna oranye, bintang bersuhu menengah berwarna putih seperti Matahari, dan bintang paling panas memiliki warna biru pucat. Gradasi warna ini merupakan perilaku dari radiasi benda hitam yang menyerap seluruh radiasi yang mengenainya tanpa memantulkannya kembali.

Perilaku itu juga terjadi pada warna bintang katai putih. ”Sebagian besar bintang, termasuk sebagian besar bintang katai putih, berperilaku seperti ’radiasi benda hitam sempurna’ sehingga hampir seluruh warnanya ditentukan oleh suhunya,” kata peneliti astronomi dan astrofisika Departemen Fisika Universitas Warwick Inggris, Mark Hollands, kepada Space.com, Jumat (16/10/2026).

Baca JugaKapan Alam Semesta Akan Berakhir?

Namun, studi yang dilakukan Hollands dan tim yang dipublikasikan di jurnal RAS Techniques and Instruments, Rabu (14/10/2026), menunjukkan adanya anomali. Bintang katai putih yang seharusnya berwarna putih ternyata bisa pula berwarna hijau, merah muda, sian atau hijau kebiruan, kuning, dan ungu.

Bintang katai putih adalah tahap akhir dari siklus hidup sebuah bintang bermassa kecil dan menengah yang kehabisan bahan bakarnya, termasuk nasib Matahari kita nantinya.

Keberadaan bintang katai putih itu sudah diprediksi oleh Friedrich Bessel pada 1844 yang mengamati goyangan bintang Sirius A. Akhirnya, pada 1862, Alvan G Clark berhasil menangkap citra Sirius B dan menjadi bintang katai putih pertama yang ditemukan.

Warna bintang adalah indikator dari suhu di permukaannya.

Di akhirnya masa hidup Matahari nantinya, beberapa miliar tahun dari sekarang, Matahari akan mengembang jadi bintang raksasa merah. Menjelang tahap akhir pembakaran inti bintang, selubung luar bintang raksasa merah itu akan dilepaskan ke ruang antarbintang hingga menjadi planetari nebula, yaitu kumpulan awan debu dan gas yang mengelilingi inti bintang.

Berikutnya, seiring makin habisnya bahan bakar bintang, inti bintang akan runtuh karena tidak mampu menahan gravitasinya sendiri. Runtuhan inti bintang itulah yang akhirnya menjadi bintang katai putih. Karena itu, sebagian orang menyebut bintang katai putih sebagai sisa-sisa bintang mati.  

Runtuhan inti bintang yang menjadi bintang katai putih itu memiliki kepadatan sangat tinggi. Bayangkan bintang yang massanya seperti Matahari, tetapi ukuran atau volumenya hanya sebesar Bumi. Satu Matahari memiliki volume yang mampu menampung 1,3 juta Bumi, sedangkan massa Matahari sebesar 330.000 kali massa Bumi. Jadi, kerapatan materi di bintang katai putih sangat tinggi.

Baca JugaBintang ”Obi-Wan Kenobi” Bangkit dari Kuburnya

Kepadatan tinggi bintang itulah yang akhirnya jadi penentu warna-warni bintang katai putih. Dalam kepadatan sangat tinggi, unsur-unsur seperti karbon, kalsium, dan natrium berinteraksi dengan plasma helium padat di sekitarnya. Interaksi unsur-unsur itu akan menyerap cahaya dalam rentang warna lebih luas dibandingkan pada bintang dengan kepadatan lebih rendah.

Kondisi itu akhirnya menggeser warna putih pada bintang katai putih hingga menjadi warna-warna lain yang tak terduga. Selama ini, anggapan warna bintang katai putih bersifat seragam atau semuanya putih terjadi karena tidak ada bintang katai putih yang cukup dekat dengan Bumi sehingga astronom kesulitan untuk mengenali keragaman atau warna asli bintang katai putih.

Runtuhan inti bintang yang menjadi bintang katai putih itu memiliki kepadatan sangat tinggi. Bayangkan bintang yang massanya seperti Matahari, tetapi ukuran atau volumenya hanya sebesar Bumi.

Bintang zombi

Warna-warni bintang katai putih itu bisa dikelompokkan sesuai susunan kimiawi atmosfernya. Bintang katai putih yang kaya karbon akan berwarna merah muda atau ungu.

Bintang katai putih yang menelan puing-puing asteroid, komet, serta sisa-sisa pembentukan planet yang dimilikinya akan berwarna kuning. Sementara bintang katai putih dengan atmosfer kaya akan campuran hidrogen dan helium yang saling bertumbukan akan memancarkan cahaya sian atau biru pucat.

Namun, perubahan warna bintang katai putih yang paling dramatis adalah warna hijau akibat bintang tersebut menelan planet-planet yang mengorbit di sekitarnya. Di warna inilah bintang katai putih berubah menjadi bintang ’zombi’.

Baca JugaSIMP-0136, Planet Bukan, Bintang Pun Bukan

Salah satu contoh bintang katai putih berwarna hijau yang sudah ditemukan adalah WD J1330+6435. Ini merupakan bintang berwarna hijau pertama yang ditemukan manusia.

Bintang katai putih yang ’dingin’ ini terletak sekitar 326 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini telah mengakumulasi material batuan dari planet-planet pendampingnya sehingga atmosfer bintangnya kaya akan kalsium, litium, dan natrium. Unsur-unsur itu membuat cahaya bintang ini menjadi hijau.

”Jejak natrium di atmosfer bintang katai putih itu menyerap spektrum oranye dan meninggalkan cahaya hijau yang samar,” tutur Hollands.

Tak hanya bintang katai putih berwarna hijau, tim ini juga menemukan bintang katai putih yang warnanya paling merah, yaitu bintang WDJ1011+2845.

Bintang yang terletak 48 tahun cahaya dari Bumi ini memiliki zona konveksi di dalamnya yang akan membawa karbon dari inti ke permukaan bintang. Molekul karbon inilah yang mendistorsi cahaya putih hingga memunculkan cahaya merah muda salmon yang pekat yang belum pernah terlihat pada bintang lain.

Salah satu contoh bintang katai putih berwarna hijau yang sudah ditemukan adalah WD J1330+6435. Ini adalah bintang berwarna hijau pertama yang ditemukan.

Meski demikian, terlepas dari beragamnya warna bintang katai putih, tim peneliti yakin bahwa putih tetap akan menjadi warna paling umum dari sisa-sisa bintang mati ini. Dari 151 bintang katai putih dalam jarak 65 tahun cahaya dari Bumi yang sudah ditemukan, hanya lima bintang yang memiliki warna bukan putih.

Dengan mengekstrapolasi kondisi itu ke seluruh populasi bintang katai putih, diperkirakan hanya satu dari 30 bintang katai putih yang warnanya bukan putih.

”Rasio satu dari 30 bintang itu mungkin terdengar tidak besar. Tetapi, jika dilihat dari seluruh populasi bintang katai putih di semesta, jumlah bintang katai putih yang bukan putih akan sangat banyak,” papar Boris Gänsicke dari Departemen Fisika, Universitas Warwick, Inggris. Namun, nilai tengah atau median dari seluruh populasi bintang katai putih itu menunjukkan warna bintang katai putih tetaplah putih.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Rekomendasi Museum Unik di Kawasan Metropolitan Malang
• 13 jam lalu
0
thumb
PKS Instruksikan Pejabat Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
• 13 jam lalu
0
thumb
MPR Sebut PPHN Tak Boleh Diputuskan Top-Down: Milik Rakyat, Bukan Elite Politik
• 20 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Bantah Ruben Onsu Lakukan Penyimpangan di Video Call Viral, Sebut Hanya Bercanda
• 5 jam lalu
0
thumb
Fadli dan Kadek berpeluang raih emas pada hari kedua Asian Para Games
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.