Polres Bogor menyiagakan personel untuk mengantisipasi pelajar yang hendak mengikuti aksi penyampaian pendapat di wilayah Jakarta. Personel ditempatkan di sejumlah titik perbatasan.
"Betul, semua perbatasan termasuk Cileungsi, Cibinong, Parungpanjang, Tenjo, terus Parung semua bang, semua Polsek main yang berbatasan langsung dengan Jakarta," kata Kabagops Polres Bogor Kompol Wily Yulistiyo, Selasa (20/10/2026).
Wily mengatakan pihaknya belum menerima informasi adanya rombongan pelajar yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi penyampaian pendapat. Namun, antisipasi tetap dilakukan dengan menyiagakan personel di sejumlah titik.
"Tetap kita siapkan beberapa personel di perbatasan, kemudian di stasiun, kemudian di beberapa titik yang kita antisipasi tujuannya kita hanya mengantisipasi terutama pelajar-pelajar yang terprovokasi bang," ucapnya.
Dia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena sebagian pelajar masih berusia di bawah umur. Pihaknya mengimbau para pelajar agar tak mengikuti aksi penyampaian pendapat di muka umum.
"Secara aturan kan mereka masih di bawah umur yang tidak boleh mengikuti kegiatan penyampaian-penyampaian pendapat di muka umum," imbuhnya.
Jika menemukan pelajar yang hendak berangkat mengikuti aksi, petugas akan memberikan imbauan agar mereka kembali ke rumah. Namun, petugas akan melakukan penindakan jika menemukan dugaan tindak pidana.
"Diimbau untuk disuruh pulang, diimbau. Kalau ada yang pidana ya misalnya yang pidana kan membawa sajam atau bawa molotov, bawa apa yang kira-kira berpotensi untuk dipakai. Tapi kalau masih nggak ada, ya kita imbau untuk pulang," jelasnya.
"Karena waktu tahun lalu kejadian Agustus itu kan kita dapat berapa itu 190-an itu kan yang mau ke Jakarta itu demo," tambah Wily.
Polres Bogor menyiagakan total 500 personel gabungan untuk mengantisipasi pergerakan pelajar menuju Jakarta. Personel juga disiapkan untuk mengantisipasi aksi penyampaian pendapat di wilayah Kabupaten Bogor.
(amw/amw)






Komentar (0)