Melbourne: Anggota Parlemen Australia Helen Haines secara sengaja ditabrak oleh seorang pria dengan mobil.
ABC telah mengonfirmasi bahwa Haines kehilangan satu kakinya setelah terjepit di antara dua mobil di luar kantor daerah pemilihannya di wilayah timur laut Victoria, Senin 19 Oktober 2026 sore waktu setempat.
Kepolisian Victoria menyatakan bahwa seorang pria berusia 43 tahun asal Tarrawingee, Brendan Nugent, telah ditangkap di lokasi kejadian.
Anggota parlemen federal untuk daerah pemilihan Indi tersebut telah menjalani operasi dan kini berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Alfred, Melbourne.
Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang "disengaja", dan penyelidikan awal menunjukkan bahwa mobil yang menabrak Haines sempat melakukan putar balik.
“Haines ditabrak oleh mobil tersebut sebanyak dua kali. Seorang warga yang sigap turun tangan untuk menghentikan pengemudi dan menahannya hingga polisi tiba di lokasi,” ujar Menteri Dalam Negeri Tony Burke, seperti dikutip dari ABC, Selasa 20 Oktober 2026.
Seorang tukang cukur bernama Ricky Jefferies, yang turut membantu Haines, mengatakan bahwa pelaku membawa pisau. Jefferies mengaku turun tangan untuk memastikan tidak ada orang lain yang terluka.
Perdana Menteri telah bertemu dengan komisaris Kepolisian Federal Australia (AFP) dan perdana menteri negara bagian Victoria di Melbourne untuk membahas serangan terhadap Haines.
Dalam sebuah pernyataan, kepala badan intelijen ASIO, Mike Burgess, mengatakan bahwa meningkatnya rasa ketidakpuasan, intoleransi, dan polarisasi terus menciptakan "lingkungan yang membiarkan terjadinya kekerasan".
Sejumlah politisi Australia menyoroti peningkatan tindakan kasar dan perlakuan buruk dari masyarakat, dan Albanese telah menyerukan kepada seluruh warga Australia untuk "menurunkan tensi politik".
Kekerasan politik jarang terjadi di Australia, namun aparat penegak hukum mencatat peningkatan ancaman dan pelecehan yang ditujukan kepada para pejabat terpilih di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Perdana Menteri Albanese menyebut serangan itu sebagai "ujian bagi karakter kita" dan memberikan dukungan bagi Haines, yang dikenal luas atas upayanya dalam meningkatkan transparansi dalam politik serta memberantas korupsi.




Komentar (0)