Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 personel untuk membantu mengatur lalu lintas selama aksi unjuk rasa di enam kawasan Jakarta.
"Jumlah personel Dinas Perhubungan yang akan dilibatkan sebagai petugas pengatur lalu lintas sebanyak 60 orang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Selasa.
Budi menyebut, pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi gangguan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan yang tersebar di Jakarta.
Kegiatan aksi unjuk rasa dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kegiatan berada di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Tugu Tani, DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Selain menyiagakan personel, Budi menyampaikan pelayanan operasional angkutan umum, meliputi Transjakarta, MRT, dan LRT, tetap berlaku normal selama kegiatan berlangnsung.
Namun, layanan Transjakarta dapat menyesuaikan operasional apabila terdapat pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti pengaturan lalu lintas di lapangan sehingga perjalanan bus dapat terdampak apabila jalur yang dilalui bersinggungan dengan lokasi kegiatan atau ruas jalan yang dialihkan.
Budi mengimbau, kepada seluruh pengguna jalan termasuk pengguna Kereta Api jarak jauh yang akan naik-turun di Stasiun Gambir, untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan.
"Masyarakat diimbau menghindari ruas jalan yang sedang dilakukan pengaturan apabila tidak berkepentingan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan," ujar Budi.
Baca juga: Dishub DKI siapkan rute alternatif di enam kawasan saat unjuk rasa
Baca juga: Polisi siapkan rekayasa lalu lintas saat unjuk rasa di Monas-DPR
Baca juga: Polda Metro komitmen fasilitasi hak warga jelang aksi di Jakarta
"Jumlah personel Dinas Perhubungan yang akan dilibatkan sebagai petugas pengatur lalu lintas sebanyak 60 orang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Selasa.
Budi menyebut, pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi gangguan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan yang tersebar di Jakarta.
Kegiatan aksi unjuk rasa dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kegiatan berada di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Tugu Tani, DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Selain menyiagakan personel, Budi menyampaikan pelayanan operasional angkutan umum, meliputi Transjakarta, MRT, dan LRT, tetap berlaku normal selama kegiatan berlangnsung.
Namun, layanan Transjakarta dapat menyesuaikan operasional apabila terdapat pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti pengaturan lalu lintas di lapangan sehingga perjalanan bus dapat terdampak apabila jalur yang dilalui bersinggungan dengan lokasi kegiatan atau ruas jalan yang dialihkan.
Budi mengimbau, kepada seluruh pengguna jalan termasuk pengguna Kereta Api jarak jauh yang akan naik-turun di Stasiun Gambir, untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan.
"Masyarakat diimbau menghindari ruas jalan yang sedang dilakukan pengaturan apabila tidak berkepentingan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan," ujar Budi.
Baca juga: Dishub DKI siapkan rute alternatif di enam kawasan saat unjuk rasa
Baca juga: Polisi siapkan rekayasa lalu lintas saat unjuk rasa di Monas-DPR
Baca juga: Polda Metro komitmen fasilitasi hak warga jelang aksi di Jakarta






Komentar (0)