Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Pusat Data, Kebutuhan Listrik Diproyeksikan Bertambah 20 GW

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan pusat data di Indonesia membutuhkan tambahan listrik sekitar 20 gigawatt (GW).

Pemerintah mendorong kesiapan energi bersih sekaligus pengembangan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai pusat pertumbuhan investasi digital.

Menurut Bahlil, kebutuhan tersebut menunjukkan besarnya peran ketenagalistrikan dalam menopang industri digital. Kesiapan pasokan menjadi salah satu penentu agar minat investasi pusat data dapat direalisasikan.

“Tadi saya baru habis berbincang sama Dirut PLN, itu membutuhkan penambahan 20 GW. 20 GW ini sama dengan 20.000 MW. Itu sama dengan 20 persen dari total listrik yang existing sekarang. Ini enggak sedikit, cukup besar sekali,” ujar Bahlil dalam Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026).

Angka 20 GW itu merupakan proyeksi kebutuhan tambahan yang disampaikan Bahlil, bukan kapasitas pusat data yang sudah beroperasi.

Ia menempatkan kesiapan energi sebagai bagian penting dari pengembangan industri berbasis teknologi.

Pertumbuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut memperbesar kebutuhan infrastruktur. Selain listrik, pembangunan pusat data memerlukan dukungan air, jaringan serat optik, serta lokasi yang siap dikembangkan.

Pemerintah mendorong Batam, Karimun, dan Bintan menjadi hub pusat data yang melengkapi ekosistem regional di Malaysia serta Singapura.

Menurut Bahlil, kawasan tersebut memiliki potensi dari sisi ketersediaan air, kepadatan penduduk yang lebih rendah dibandingkan sejumlah pusat kegiatan di Jawa dan Bali, serta peluang pengembangan energi baru terbarukan.

Penyediaan energi bersih menjadi salah satu tawaran untuk menarik investor. Bahlil mengaitkannya dengan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Kita akan membangun sekarang PLTS kurang lebih sekitar 100 gigawatt-peak. Saya punya keyakinan, teman-teman investor akan lebih suka untuk memakai data center mereka dengan memakai energi baru terbarukan. Ini sebuah peluang bisnis,” katanya.

Rencana PLTS tersebut masih merupakan agenda pengembangan. Satuan gigawatt-peak atau GWp menunjukkan kapasitas puncak panel surya, sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan pasokan listrik yang tersedia terus-menerus untuk pusat data.

Pengembangan investasi pusat data telah berjalan di Batam. PLN Batam dan PT Digitalland Service One atau DayOne menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada 17 April 2026 dengan kapasitas 511 megavolt ampere (MVA).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal KRL Hari Ini 20 Oktober 2026 Rute Nambo-Jakarta Kota, Cek Sebelum Berangkat
• 7 jam lalu
0
thumb
Prabowo Panggil Ketua OJK hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas MSCI?
• 21 jam lalu
0
thumb
Polda Kalsel Tetapkan 4 Tersangka dari Kalangan Korporasi Terkait Karhutla
• 7 jam lalu
0
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Seluruh Wilayah DKI Jakarta pada Hari Ini 20 Oktober 2026 Berawan
• 8 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka, Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia!
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.